Sri Mulyani Pede Indonesia Imun Terhadap Kenaikan Suku Bunga AS

Kamis, 15 Desember 2016 - 18:31 WIB
Sri Mulyani Pede Indonesia...
Sri Mulyani Pede Indonesia Imun Terhadap Kenaikan Suku Bunga AS
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis bahwa Indonesia akan mampu menghadapi gejolak atas kenaikan suku bunga AS. Dalil Sri Mulyani, perekonomian Indonesia secara fundamental cukup baik sehingga diyakini imun alias mampu menangkal guncangan pasca The Fed menaikkan suku bunga.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa keputusan The Fed menaikkan suku bunga pun telah dikomunikasikan sejak jauh-jauh hari. Sehingga, Pemerintah Indonesia juga telah jauh-jauh hari mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi pasca keputusan tersebut.

"‎Sudah dikomunikasikan secara clear bahwa tahun ini naik 25 basis points, dan tahun depan (naik) tiga kali. Saya rasa ini sudah dicerna oleh banyak sekali pelaku pasar dunia dan mereka yang punya capital," katanya di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Selain itu, sambung mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, posisi Indonesia juga merupakan negara berkembang (emerging market) yang cukup besar. ‎Hal ini terlihat dari sisi pertumbuhan yang cukup tinggi dan angka defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terbilang rendah dan dijaga di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Posisi Indonesia sebagai emerging market yang cukup besar, domestic market cukup kuat dan growth yang cukup tinggi. Kita sebenarnya emerging market yang size and level of growth-nya termasuk yang agak berbeda dengan emerging market lain," imbuh dia.

Tak hanya itu, mantan Menko bidang Perekonomian ini menambahkan, pemerintah juga beberapa waktu lalu telah menerbitkan global bond senilai USD3,5 miliar dengan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan. ‎Hal tersebut, kata Sri, telah menggambarkan bahwa pasar percaya diri terhadap fondasi dan arah kebijakan Indonesia.

"Kalau akhir tahun kita menutup defisit dengan angka yang sering saya bilang antara 2,5 persen hingga 2,7 persen dan GDP ditutup dengan estimasi about lima persen, cadev naik, current account dan capital account membaik, itu semua akan memberikan dampak yg lebih positif," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Waspadai...
Sri Mulyani Waspadai Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed
Dampak Kebijakan The...
Dampak Kebijakan The Fed, Banyak Negara Berkembang Kesulitan
Cemas Ada Komplikasi,...
Cemas Ada Komplikasi, Sri Mulyani Waspadai Inflasi AS
The Fed Pangkas Suku...
The Fed Pangkas Suku Bunga, Sri Mulyani : Beri Dampak Ekonomi ke Negara Berkembang
AS Kerek Suku Bunga...
AS Kerek Suku Bunga Acuan, Sri Mulyani Was-was Terjadi Krisis Keuangan
Ekonomi Tumbuh 5,31...
Ekonomi Tumbuh 5,31 Persen, Sri Mulyani: Indonesia Jadi The Bright Spot
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
55 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Militer Dahsyat terhadap Houthi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved