Cemas Ada Komplikasi, Sri Mulyani Waspadai Inflasi AS

Kamis, 25 November 2021 - 14:48 WIB
loading...
Cemas Ada Komplikasi,...
Indonesia bersiap-siap menghadapi dampak inflasi AS. Foto/ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah mengamati dan memperhatikan inflasi Amerika Serikat (AS) yang sedang tinggi. Situasi ini dinilainya bisa memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral AS ( The Fed ) ke depan, juga komplikasi terhadap negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Baca juga: Rupiah Loyo di Rp14.279 per Dolar AS, Investor Cermati Langkah The Fed

"Kenaikan suku bunga di AS menimbulkan komplikasi di negara berkembang, outflow menimbulkan pelemahan nilai tukar rupiah dan menimbulkan dampak ekonomi domestik," ujar Sri dalam acara Squawk Box CNBC secara virtual pada Kamis (25/11/2021).

Dia mengatakan, baru semalam Departemen Perdagangan AS melaporkan inflasi yang dilihat dari personal consumption expenditure (PCE) melesat 5% year-on-year (yoy) di bulan Oktober. Angka ini merupakan angka tertinggi sejak November 1990.

Sesuai prediksi Reuters, inflasi inti PCE yang tidak memasukkan item energi dan makanan dalam perhitungan, tumbuh 4,1% yoy, lebih tinggi dari bulan September 3,6% yoy. Inflasi yang menjadi acuan The Fed dalam menetapkan kebijakan moneter ini berada di level tertinggi sejak Januari 1991.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Rekomendasi
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved