DPR Minta Ditjen Pajak Menjadi Seperti BNN

Jum'at, 16 Desember 2016 - 14:07 WIB
DPR Minta Ditjen Pajak...
DPR Minta Ditjen Pajak Menjadi Seperti BNN
A A A
JAKARTA - Wacana pemisahan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dari induknya Kementerian Keuangan kembali mengemuka. Hal ini seiring rencana pemerintah melakukan reformasi perpajakan lewat Rancangan Undang-undang (RUU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Rencana ini mendapat lampu hijau dari Komisi XI DPR. Komisi Keuangan itu memberi sinyal akan menyetujui pemisahan dengan syarat Ditjen Pajak dibentuk menjadi otoritas khusus seperti Badan Narkotika Nasional alias BNN.

Anggota Komisi XI ‎Donny Imam Priambondo mengatakan, pemisahan Ditjen Pajak dari Kemenkeu mungkin saja terjadi. ‎Sebagai lembaga yang memberikan sumbangsih cukup besar untuk penerimaan negara, Ditjen Pajak memang lebih baik dijadikan sebuah lembaga atau otoritas tersendiri terlepas dari kementerian.

"Pajak ini hampir menyumbang anggaran negara sebanyak 70 persen dari APBN. Harusnya mereka bisa dikelola sendiri," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/12/2016) malam.

Menurutnya, beberapa negara maju pun telah membuat lembaga tersendiri untuk mengurus masalah perpajakan. Dengan begitu, lembaga perpajakan tidak kaku dan akhirnya mampu meningkatkan penerimaan pajak lebih besar lagi.‎

"Contohnya di Amerika, mereka punya lembaga sendiri untuk pajak. Ini membuat bisa kita tidur. Kalau di kita, ya minimal seperti BNN lah," imbuh dia.

‎Menurut Donny, pemisahan Ditjen Pajak melalui UU KUP rencana awal akan dibahas pada 2016. Namun dengan adanya program pengampunan pajak (tax amnesty) yang harus segera dijalankan, maka kemungkinan UU KUP ini baru akan dibahas pada 2017.

Akan tetapi, UU ini juga kemungkinan akan tersalip lebih dahulu oleh UU Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bersamaan dengan demisioner komisoner OJK.

"‎UU KUP, UU PPH, UUPPN akan dibahas di 2017. Untuk pembukaan, kami akan rapat internal mengenai UU mana yang akan diprioritaskan lebih dulu. Tapi menurut saya, pemerintah akan membahas UU OJK terlebih dulu karena berkaitan dengan estafet komisioner," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
11 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved