Harga Minyak Naik, Sri Mulyani Ogah Koreksi Asumsi Makro 2017

Selasa, 20 Desember 2016 - 12:08 WIB
Harga Minyak Naik, Sri...
Harga Minyak Naik, Sri Mulyani Ogah Koreksi Asumsi Makro 2017
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak akan melakukan koreksi terhadap asumsi makro yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, meski saat ini harga minyak dunia mulai terkerek dan berpotensi memengaruhi penerimaan negara.

Pascakeputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) untuk memangkas produksi minyak, harga minyak dunia akan berada pada kisaran USD55 hingga USD60 per barel.

Dia mengatakan, mengelola APBN tidak bisa merespons peristiwa yang terjadi setiap harinya. Apalagi, pelaksanaan APBN 2017 baru mulai dilakukan tahun depan. Sehingga, pihaknya tidak langsung menanggapi peristiwa yang terjadi saat ini dengan mengubah rancangan anggaran yang telah disusun.

"Kalaupun ada tren dari harga minyak, nilai tukar, perdagangan internasional, bahkan kalau ada bencana alam, kita harus melakukan dalam konteks satu tahun anggaran. Jadi, kami akan terus melakukan simulasi untuk mengantisipasi apa artinya," terang Sri di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Pihaknya akan tetap pada asumsi makro yang telah ditetapkan di UU APBN 2017. Di mana pertumbuhan ekonomi diasumsikan 5,1%, nilai tukar rupiah Rp13.300/USD, inflasi 4%, dan Indonesia Crude Price (ICP) USD45 per barel.

"Itu kita jadikan baseline asumsi untuk mulai mengelola 2017. Kita tidak akan memberikan assessment apapun dengan apa yang terjadi, karena APBN belum mulai. Kami akan siap untuk melihat perkembangan perekonomian domestik dan global yang akan terus menerus dinamis dan akan memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan APBN 2016. Kita masih fokus 2016," jelas menkeu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar Lengkap Asumsi...
Daftar Lengkap Asumsi Makro APBN 2025, Modal Prabowo di Tahun Pertama
Ambyar, Sri Mulyani...
Ambyar, Sri Mulyani Akui Asumsi Makro Banyak Meleset
Asumsi Makro APBN 2023...
Asumsi Makro APBN 2023 Disetujui, Sri Mulyani: Optimistis, Namun Tetap Waspada
Pakai Face Shield, Sri...
Pakai Face Shield, Sri Mulyani Dengar Catatan DPR Soal Asumsi Makro
Realisasi Asumsi Makro...
Realisasi Asumsi Makro 2019 Banyak Meleset dari Target, Ini Alasannya
Asumsi Dasar Ekonomi...
Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2023 Disetujui DPR, Sri Mulyani Masih Was-was
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
57 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
59 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved