Rupiah Ditutup Ambruk Parah di Tengah Lesunya Yen dan Euro
Selasa, 20 Desember 2016 - 17:10 WIB
Rupiah Ditutup Ambruk Parah di Tengah Lesunya Yen dan Euro
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup semakin parah atau tersungkur cukup dalam hingga menembus level Rp13.400/USD. Kondisi rupiah ini di tengah menguatnya USD terhadap yen dan euro.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.438/USD atau semakin memburuk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.389/USD. Hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.382-Rp13.442/USD.
Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini anjlok menembus level Rp13.430/USD dibanding posisi kemarin yang berada di level Rp13.395/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hari ini berakhir di level Rp13.423/USD atau melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.384/USD dengan kisaran harian Rp13.3503-Rp13.425/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.393/USD. Posisi ini melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.381/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/12/2016), yen terhadap USD turun tipis setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di wilayah negatif dan obligasi pemerintah bertenor 10 tahun di sekitar nol persen.
Tercatat USD terhadap yen naik sebesar 0,6% menjadi 117,89 setelah kemarin ditutup melemah 0,7%. Greenback telah meningkat 12% terhadap yen sejak pemilu presiden AS memenangkan Donald Trumnp.
Di sisi lain, euro terhadap USD mengalami pelemahan sebesar 0,5% ke level 1,0401 kemarin, dan pelemahan tersebut berlanjut hari ini dengan melemah 0,15% ke level 1,03855. Tekanan juga datang pada euro setelah duta besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov ditembak dan tewas di sebuah galeri seni di Ankara.
Mata uang Turki, lira pulih 0,3% menjadi 3,5196 per USD hari ini setelah kemarin jatuh 0,7%. Rubel stabil di level 61,8926 per USD setelah kemarin merosot ke level 62,0907 per USD, tetapi pulih untuk mengakhiri hari ini yang naik 0,3% ke level 61,8475.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.438/USD atau semakin memburuk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.389/USD. Hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.382-Rp13.442/USD.
Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini anjlok menembus level Rp13.430/USD dibanding posisi kemarin yang berada di level Rp13.395/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hari ini berakhir di level Rp13.423/USD atau melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.384/USD dengan kisaran harian Rp13.3503-Rp13.425/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.393/USD. Posisi ini melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.381/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/12/2016), yen terhadap USD turun tipis setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di wilayah negatif dan obligasi pemerintah bertenor 10 tahun di sekitar nol persen.
Tercatat USD terhadap yen naik sebesar 0,6% menjadi 117,89 setelah kemarin ditutup melemah 0,7%. Greenback telah meningkat 12% terhadap yen sejak pemilu presiden AS memenangkan Donald Trumnp.
Di sisi lain, euro terhadap USD mengalami pelemahan sebesar 0,5% ke level 1,0401 kemarin, dan pelemahan tersebut berlanjut hari ini dengan melemah 0,15% ke level 1,03855. Tekanan juga datang pada euro setelah duta besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov ditembak dan tewas di sebuah galeri seni di Ankara.
Mata uang Turki, lira pulih 0,3% menjadi 3,5196 per USD hari ini setelah kemarin jatuh 0,7%. Rubel stabil di level 61,8926 per USD setelah kemarin merosot ke level 62,0907 per USD, tetapi pulih untuk mengakhiri hari ini yang naik 0,3% ke level 61,8475.
(izz)