Obligasi Korporasi Diprediksi Semakin Marak di 2017

Selasa, 20 Desember 2016 - 20:08 WIB
Obligasi Korporasi Diprediksi...
Obligasi Korporasi Diprediksi Semakin Marak di 2017
A A A
JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi penerbitan obligasi di tahun 2017 akan mencapai Rp119,6 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun ini sebear Rp104,2 triliun.

Direktur Utama Pefindo Salyadi Saputra mengatakan, prediksi tersebut berdasarkan proyeksi kondisi ekonomi di tahun depan, seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi akan lebih baik di 2017 yaitu sekitar 5,2% dan inflasi yang terjadi di rentang target Bank Indonesia (BI) dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah.

"Sekitar Rp21,03 triliun berasal dari mandat penerbitan obligasi yang diterima Pefindo hingga Desember 2016. Sisanya ditambah refinancing obligasi jatuh tempo dan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB). Emiten sektor pembiayaan dan perbankan sepertinya akan mendominasi penerbitan obligasi tahun depan," ujar Salyadi dalam jumpa pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Dia menambahkan menurut catatan Pefindo dari obligasi yang telah diterbitkan ada sekitar Rp79 triliun obligasi yang telah jatuh tempo. Sehingga ada kemungkinan terjadi refinancing dengan menerbitkan kembali obligasi. “Karakteristik obligasi itu, jarang sekali mereka yang melunasi dengan uang sendiri. Biasanya terbitkan obligasi lagi. Jadi, hampir semuanya saya pastikan refinancing," terangnya.

Lebih lanjut dia merinci, 28 perusahaan tersebut terdiri dari tujuh perusahaan di sektor pembiayaan, empat perusahaan di sektor perbankan, empat perusahaan di sektor properti, dua perusahaan di sektor kimia, serta dua perusahaan di sektor konstruksi. Sisanya, masing-masing satu perusahaan di sektor perkebunan, energi, holding company, kemasan, manufaktur, sekuritas, perikanan, barang konsumsi, dan business services.

Hingga 30 November 2016, penerbitan obligasi korporasi sudah mencapai Rp104,18 triliun. Pefindo memperkirakan hingga akhir 2016, jumlah penerbitan obligasi korporasi bisa menembus Rp110 triliun. Sementara itu, pada periode sama, obligasi korporasi yang beredar mencapai Rp313,53 triliun.

Dia juga melaporkan penerbitan obligasi korporasi yang beredar di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain. Rasio ini bila dibandingkan dengan kredit perbankan, pembiayaan melalui obligasi korporasi masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain. Rasio penerbitan obligasi korporasi terhadap produk domestik bruto, terbilang tertinggal dengan negara-negara Asia lainnya.

"Pertumbuhan rata-rata penerbitan obligasi yang mencapai 11,3% sepanjang 10 tahun terakhir ternyata masih relatif lebih rendah. Jika dibandingkan negara-negara berkembang yang relatif memiliki jumlah PDB atau kapita yang relatif sama dengan Indonesia seperti, China," kata dia.

Dia menyebut rasio obligasi terhadap utang bank di Indonesia 7,5%, Singapura 78%, Philippines 18,4%, Thailand 14,2%, Malaysia 47,5% dan Rusia 13,6%. Adapun obligasi korporasi dan utang bank yang beredar di Indonesia outstanding obligasi USD21 miliar dan outstanding kredit bank USD283 miliar sedangkan Singapura outstanding obligasi korporasinya mencapai USD299 miliar dan outstanding kredit bank USD383 miliar.

Sementara komposisi outstanding menurut sektor, lanjut dia, masih mayoritas lembaga keuangan. Hal ini berbeda dengan Malaysia dan Korea Selatan di mana korporasi yang bergerak di sektor riil dapat memanfaatkan pasar modal sebagai institusi intermediary. "Komposisi outstanding obligasi korporasi di beberapa negara seperti di Indonesia pada institusi non keuangan 32,1% dan institusi keuangan 67,9%. Malaysia pada non keuangan 77,2% dan institusi keuangan 27,8%," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ruarbiasah, Dalam Sepekan...
Ruarbiasah, Dalam Sepekan 5 Perusahaan Raup Dana Senilai Rp5,73 T
Penerbitan Obligasi...
Penerbitan Obligasi Korporasi Rp61,1 Triliun Didominasi untuk Bayar Utang
Data BEI: Penerbitan...
Data BEI: Penerbitan Obligasi dan Sukuk Bakal Meningkat di Kuartal I-2021
Garuda Dapat Dana Segar...
Garuda Dapat Dana Segar dari Penerbitan Obligasi Rp8,5 Triliun
Nilainya Masih Seiprit,...
Nilainya Masih Seiprit, Pasar Obligasi Korporasi Punya Potensi Besar
TBS Energi Utama Rampungkan...
TBS Energi Utama Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp500 Miliar
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
15 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
31 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved