Kembangkan Potensi Maritim Akan Dongkrak Daya Saing RI di MEA

Rabu, 21 Desember 2016 - 21:09 WIB
Kembangkan Potensi Maritim...
Kembangkan Potensi Maritim Akan Dongkrak Daya Saing RI di MEA
A A A
PEKALONGAN - Potensi besar industri kemaritiman Indonesia diyakini akan menjadi cara untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dengan catatan mampu didorong secara maksimal. Anggota Komisi VI DPR RI Andriyanto Johan Syah mengatakan, persingan MEA semakin tajam, dengan adanya regulasi yang saling memudahkan antar negara-negara di ASEAN.

"Banyak potensi kemaritiman yang mulai terus berkembang. Hal itu merupakan salah satu daya saing Indonesia dalam MEA kali ini. Negara kita merupakan salah satu yang terbesar di ASEAN. Selain itu negara kita memiliki potensi kelautan yang luar biasa," tegasnya saat mengisi sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada 500 anggota Nasyiyatul Aisyiyah se-Jateng di Kota Pekalongan, Rabu (21/12/2016)

Lebih lanjut dia memberikan contoh di Kota Pekalongan yang memiliki industi pembuatan kapal. Selain itu juga tak sedikit pula industri kapal di kabupaten di sekitarnya seperti Batang. "Maka harus terus kita dorong industri kelautan yang ada di setiap daerah di seluruh nusantara ini dan sejumlah industri potensial lainnya untuk bisa bersaing di MEA," terangnya.

Dia menambahkan akan ada bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementrian Perindustrian (Kemenperin) masing-masing untuk mendorong peningkatan industri yang ada di daerah Indonesia. Nantinya, bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah.

"InsyaAllah nanti ada bantuan yang cukup signifikan untuk mendorong industri-industri tersebut, terutama yang berada di daerah. Tentunya disesuai dengan potensi daerah masing-masing," papar dia.

Sementara itu Andriyanto mengakui masih banyak keluhan dari masyarakat terkait larangan penggunaan alat cantrang bagi nelayan. Namun, menurutnya kebijakan pemerintah tersebut bertujuan untuk kebaikan para nelayan sendiri.

"Memang saya mendapat banyak keluhan terkait itu (larangan cantrang). Namun tujuan dari pemerintah dan kementrian terkait larangan itu sebetulnya baik, yakni untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan kekayaan alam laut itu. Sebab, kalau ikan atau hewan laut lainnya diambil semua dari yang besar sampai yang kecil, atau dieksploitasi, akan terjadi over fishing. Sehingga yang rugi para nelayan sendiri, sebab ikannya bisa habis," ungkapnya.

Pihaknya mengaku bulan depan akan segera bertemu dengan para nelayan. Hal itu dilakukan untuk menampung segala keluhan para nelayan. "Nanti semua keluhan para nelayan tersebut akan kami sampaikan ke kementrian terkait," ujarnya.

Di tempat terpisah salah satu pengusaha galangan kapal di Kota Pekalongan, Agus Triharsito, mengatakan hal yang sama. Pihaknya berharap pemerintah pusat maupun daerah mendorong industri kemaritiman.

"Sebab, salah satu sumber rejeki yang selama ini dipandang sebelah mata adalah laut. Padahal di sana (laut) Allah sudah menyiapkan rejeki tanpa kita harus mengelolanya, tinggal mengambil hasilnya saja. Kita hanya diminta untuk menjaga kelestariannya," terang Agus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Banyak Ancaman, Indonesia...
Banyak Ancaman, Indonesia Butuh Ketahanan Maritim yang Sejati
Dari Indonesia Maritime...
Dari Indonesia Maritime Week 2025, Captain Hakeng Serukan Sinergi Kebangkitan Maritim Indonesia
PIS Jadi Ujung Tombak...
PIS Jadi Ujung Tombak Kemajuan Maritim Indonesia
Pengamat Nilai Positif...
Pengamat Nilai Positif Upaya PIS Dongkrak Kompetensi Pelaut Indonesia
Captain Hakeng: Saatnya...
Captain Hakeng: Saatnya Riau Bangkit Jadi Raja Maritim Lagi!
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8% Butuh Konektivitas Andal
Berita Terkini
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
29 menit yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
56 menit yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
2 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
3 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved