Dewan Pertimbangan Apersi Siapkan Munaslub Juli 2017

Kamis, 22 Desember 2016 - 00:41 WIB
Dewan Pertimbangan Apersi...
Dewan Pertimbangan Apersi Siapkan Munaslub Juli 2017
A A A
JAKARTA - Musyawarah Nasional Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Munas Apersi) ke-V yang berlangsung di Hotel Kartika Chandra, Jakarta yang digelar akhir minggu lalu masih menyisakan kebuntuan alias deadlock.

Pasalnya, sekitar 12 dewan pengurus daerah (DPD) memprotes pelaksanaan munas karena dianggap banyak melanggar AD/ART organisasi sehingga memutuskan keluar ruang sidang (walk out) saat agenda laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2013-2016.

Permasalahan ini direspons oleh Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) Apersi, Fuad Zakaria. Menurutnya, kejadian ini sangat disayangkan dan ini menjadi tugas DPO untuk menyelesaikannya karena dirinya juga sebagai merupakan pendiri Apersi.

Menurut Fuad, sebelum Munas diselenggarakan, ia melihat ada keganjilan, yaitu salah satu calon yang sebenarnya tidak bisa ikut pemilihan bisa diterima oleh panitia penjaringan atau pun Dewan Pengurus Pusat (DPP) Apersi. "Calon ini masih kena hukuman dan dicabut haknya dari kepengurusan dan seharusnya dimaafkan dulu baru bisa maju jadi calon ketua umum. Ini ada aturannya dalam AD/ART," terang Fuad, di Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Berdasarkan Pasal 18 Ayat 1 (F) AD/ART Apersi, disebutkan persyaratan caketum untuk dapat dipilih sebagai Ketua Umum DPP Apersi harus tidak pernah dikeluarkan dari kepengurusan di DPP maupun DPD, baik karena alasan pelanggaran AD/ART, peraturan organisasi, serta ketentuan organisasi lainnya.

Selain itu ada kesalahan dalam proses munas, pimpinan sidang itu seharusnya ada lima namun saat mau pemilihan tinggal dua orang. Fuad menjelaskan, ini tidak sah, ini kesalahan dalam proses munas namun munas dan pemilihan terus berjalan padahal prosesnya tidak benar.

"Komunikasi antara peserta munas dan pimpinan sidang tidak berjalan dalam menyampaikan aspirasinya. Komunikasinya monolog antara peserta dan pimpinan sidang, makanya sebagian DPD walkout," keluh Fuad.

Saat ini, sudah delapan DPD Apersi yang minta munas diulang dan rencananya DPO akan terus berkoordinasi dan mengakomodasi berbagai masukan yang ada sehingga memang layak dilakukan munas kembali. Sementara itu Yunus Genda, DPD Apersi Sulsel melihat kondisi munas ini memang buntu karena berjalan tidak semestinya dan bersifat monolog.

"Banyak keganjilan dan tak sesuai aturan organisasi dan kita tidak nyaman mengikuti munas. Sehingga kita memilih untuk walkout dan meneruskan permasalahan ini kepada DPO. Menurut AD/ART, Pasal 19 dan Pasal 20, jika terjadi deadlock akan diambilalih oleh DPO. Bisa saja nanti digelar Munaslub," tegas Yunus.

Berdasarkan AD/ART, kondisi seperti ini sudah selayaknya DPO melakukan munas kembali di bawah kendali DPO. "Untuk itu saya berharap, kisruh ini tidak belanjut dan paling lama akan dilakukan pada Juli 2017 dan ini sesuai amanah AD/ART, dilakukan paling lama enam bulan dari sekarang," ucap Fuad.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved