Utang Pajak Rp1,4 M, Pengemplang Pajak Disandera di Rutan Salemba

Kamis, 22 Desember 2016 - 17:57 WIB
Utang Pajak Rp1,4 M,...
Utang Pajak Rp1,4 M, Pengemplang Pajak Disandera di Rutan Salemba
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali melakukan penyanderaan (gijzeling) terhadap seorang pengemplang pajak berinisial JK di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. JK merupakan penanggung pajak dari PT MAM yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gorontalo, yang menunggak pajak mencapai Rp1,4 miliar.

(Baca Juga: Disandera, Penunggak Pajak Ini Diminta Ikut Tax Amnesty)

Kepala Kanwil DJP Kantor Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) Dionysius Lucas Hendrawan mengungkapkan, pihaknya telah berulangkali memberikan imbauan hingga teguran kepada Wajib Pajak (WP) tersebut. Namun, tidak ada itikad baik dari JK sehingga pihaknya terpaksa melakukan penyanderaan.

"Memang sudah kita lakukan himbauan serta kita lakukan konseling bahkan teguran dan informasi mengenai penagihan. Tapi tidak ada itikad baik sehingga ini adalah langkah terakhir yaitu gizeling," katanya di Lapas Salemba, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Penyanderaan (gijzeling) merupakan upaya terakhir penagihan pajak, DJP yang dilakukan secara hati-hati terhadap penanggung pajak yang memiliki utang pajak sedikitnya Rp100 juta dan memiliki aset untuk melunasinya, namun diragukan itikad baiknya dalam melunasinya. Selain melibatkan aparat penegak hukum, DJP juga melibatkan tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatan penanggung pajak saat melakukan eksekusi penyanderaan.

(Baca Juga: Pejabat Pajak Korupsi, Sri Mulyani Benahi Mekanisme Whistleblower)

Dia berharap, penyanderaan ini akan memberikan efek jera kepada yang bersangkutan sehingga bisa segera membayar tunggakan pajaknya. Apalagi, JK dan PT MAM sedianya memiliki kesanggupan untuk membayar tunggakan pajaknya tersebut. "Sehingga tadi pagi kita tangkap dan kita titipkan ke Lapas, semoga negara menerima pajak yang seharusnya beliau selesaikan," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Raup Pajak Rp4,63 Triliun,...
Raup Pajak Rp4,63 Triliun, DJP Terus Jaring Pelaku Usaha Digital
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
6 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
6 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
7 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
8 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
8 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved