Mendag Klaim Harga Sembako Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

Jum'at, 23 Desember 2016 - 13:25 WIB
Mendag Klaim Harga Sembako...
Mendag Klaim Harga Sembako Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjamin harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (sembako) tetap stabil menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017. Dia telah menugaskan para Pejabat Eselon I Kemendag turun langsung ke beberapa daerah untuk memantau perkembangan harga, kondisi distribusi, dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok.

“Hasil pantauan menunjukkan perkembangan harga barang kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru di daerah umumnya relatif stabil. Ketersediaan stok/pasokan di distributor cukup dan aman serta kondisi distribusi di pelabuhan berjalan lancar,” ujarnya di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Menurut Mendag, harga beberapa komoditas per 22 Desember 2016 terpantau turun dibandingkan minggu lalu, seperti cabai merah keriting, cabai merah besar, dan bawang merah. Namun, dia tidak memungkiri di beberapa daerah masih terdapat kenaikan harga.

Mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini berkomitmen untuk menjaga komoditas yang harganya turun agar harganya tidak semakin rendah dan mencari titik keseimbangan antara harga di tingkat produsen/petani dan harga jualnya di tingkat konsumen.

“Begitupun dengan komoditas yang mengalami kenaikan harga, Kemendag akan terus menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok baik di tingkat produsen maupun konsumen. Saat ini fluktuasi harga masih dalam batas jangkauan yang normal,” imbuhnya.

Politisi Nasdem ini menyebutkan, cabai merah keriting di Medan terpantau turun 28,5% menjadi Rp42.670/kg dan di Semarang turun 27,0% menjadi Rp36.800/kg. Kondisi yang sama juga terjadi di Manokwari yang turun 23,5% menjadi Rp32.500/kg; Palembang turun 16,7% menjadi Rp62.500/kg; dan Ambon turun 12,2% menjadi Rp.24.000/kg. Harga di DKI Jakarta juga terlihat turun 8,6% menjadi Rp52.730/kg dan Bandung turun 8,0% menjadi Rp58.000/kg.

Cabai merah besar di Manokwari turun 23,5% menjadi Rp32.500/kg; Ambon turun 15,5% menjadi Rp50.670/kg; DKI Jakarta turun 8,9% menjadi Rp50.190/kg; Palembang turun 7,7% menjadi Rp60.000/kg; Bandung turun 4,1% menjadi Rp55.600/kg; dan Semarang turun 3,7% menjadi Rp36.600/kg.

Untuk bawang merah, di Medan turun 11,6% menjadi Rp28.000/kg; Manado turun 10,6% menjadi Rp45.150/kg; Palembang turun 7,2% menjadi Rp38.670/kg; dan Bandung turun 4,4% menjadi Rp43.000/kg.

"Sementara harga cabai merah keriting, cabai merah besar, dan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati juga turun dibanding seminggu sebelumnya," tutur Mendag.

Harga cabai merah keriting turun 26,2% menjadi Rp31.000/kg; cabai merah besar turun 11,8% menjadi Rp30.000/kg; dan bawang merah turun 22,7% menjadi Rp17.000/kg. Beberapa barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan namun masih pada tingkat harga yang wajar adalah daging ayam ras dan telur ayam ras. Harga daging ayam di Palembang naik 7,1% menjadi Rp30.000/kg; Manado naik 3,7% menjadi Rp27.800/kg; dan Bandung naik 3,1% menjadi Rp33.000/kg

‎Telur ayam ras di Semarang naik 10,0% menjadi Rp22.000/kg; Palembang naik 9,9% menjadi Rp20.330/kg; Bandung naik 9,6% menjadi Rp21.600/kg; dan Ambon naik 7,8% menjadi Rp29.100/kg.

Sementara itu, komoditas yang harganya naik cukup tinggi adalah cabai rawit merah akibat kurangnya pasokan ke pasar. Harga cabai rawit merah di Ambon naik 53,4% menjadi Rp37.330/kg; Manado naik 36,7% menjadi Rp38.950/kg; Semarang naik 23,0% menjadi Rp68.400/kg; DKI Jakarta naik 22,6% menjadi Rp76.360/kg; dan Jayapura naik 11,1% menjadi Rp66.670/kg.

"Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati naik 52,1% menjadi Rp73.000/kg," tandasnya.

Sebagai informasi, pemantauan harga bahan kebutuhan pokok tersebut dilakukan di sejumlah pasar yang menjadi sentral perdagangan barang kebutuhan pokok seperti di Bandung (Pasar Kosambi), Cirebon (Pasar Drajat), Kuningan (Pasar Cilimus), Palembang (Pasar Cinde, Sekana, dan KM 5), dan Medan (Pasar Petisah dan Simpang Limun). Pemantauan juga dilakukan di Kupang (Pasar Oeba, Oebobo, dan Kasih), Manado (Pasar Bersehati dan Pinasungkulan), Ambon (Pasar Mardika, Batu Merah, dan Gotong Royong), DKI Jakarta (Pasar Induk Beras Cipinang, Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Minggu, dan Pasar Tebet Timur/PSPT), Jayapura (Pasar Sentral Hamadi, Yotefa, dan Inpres), Manokwari (Pasar Wosi dan Sanggeng), dan Semarang (Pasar Johar dan Karang Ayu).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Sembako di Kabupaten...
Harga Sembako di Kabupaten Gowa Mulai Merangkak Naik
Pekan Kedua Ramadhan,...
Pekan Kedua Ramadhan, Harga Sembako di Sinjai Kembali Naik
Kemendag Optimis Kebijakan...
Kemendag Optimis Kebijakan yang Ada Bikin Harga Pangan dan Sembako Stabil
2 Pekan Jelang Ramadan...
2 Pekan Jelang Ramadan Harga Bahan Pokok di Bandung Melambung
Venna Melinda Terima...
Venna Melinda Terima Keluhan Emak-emak Harga Sembako Mahal
BI Jakarta Pantau Harga...
BI Jakarta Pantau Harga Sembako saat Natal dan Tahun Baru
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
9 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
32 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved