Hasil Panen Berkurang 60%, Harga TBS Melonjak Naik
Sabtu, 24 Desember 2016 - 04:19 WIB
Hasil Panen Berkurang 60%, Harga TBS Melonjak Naik
A
A
A
RANTAU PRAPAT - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terus mengalami kenaikan hingga Rp2.000 per kilogram di tingkat Ram Sawit (gudang penimbangan dan penampungan sawit).
Kenaikan ini cukup menggembirakan petani sawit karena sejak dua bukan lalu, harga TBS sawit masih berkisar Rp1.500 per kilogram. Namun, kenaikan harga sawit saat ini, yang berkisar antara Rp1.920 hingga Rp2.000 per kilogram, tidak dibarengi dengan panen. Hasil panen menurun hingga 60% dari panen normal alias trek.
Salah seorang agen pengumpul dan pemilik Ram Sawit, Benny, 43 tahun, mengatakan, kenaikan harga TBS seperti di Ram miliknya mencapai Rp1.920 per kilogram. "Menang itu cukup menggembirakan bagi petani. Tapi justru hasil panen berkurang sampai 60 persen dari biasanya. Ini musim trek (turun hasil panen)," kata Benny, Jumat (23/12/2016).
Dia mengatakan, harga sawit itu sebenarnya cukup bervariasi dan tergantung biaya ongkos yang dibutuhkan ke lokasi dibelinya TBS sawit tersebut. Makin jauh jarak tempuhnya, maka harga TBS sawit dapat berkurang dari harga di daerah yang dekat dengan pengumpul dan pabrik. "Iya pakai prinsip ekonomi juga. Kenaikan harga ini pun karena rendahnya hasil panen," ungkapnya.
Menurutnya, idealnya harga TBS sawit dikisaran Rp2.000 ke atas per kilogram. Dengan harga itu, petani bisa melakukan perawatan serta pemupukan sawit dengan lebih baik. Tetapi jika harga TBS di bawah Rp2.000 per kilogram, maka petani belum dapat menyisihkan uangnya untuk perawatan serta pemupukan tanaman sawit. "Sedangkan kenaikan harga sawit ini baru berjalan dua bulan terakhir. Kalau tahun lalu sempat di bawah Rp1.000 per kilogram," tutur Benny.
Agen pengepul TBS kelapa sawit di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Irwansyah Hasibuan mengatakan, mereka membeli TBS kelapa sawit dari petani setempat seharga Rp1.800-an. Sedangkan harga jual di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkisar Rp1.900-an hingga Rp2.000 per kilogram. "Saat ini harga memang sangat tinggi, bahkan ada PKS yang membeli hingga Rp2.000 per kilogram," katanya.
Salah seorang petani sawit, Rahmad Aruan, 47, mengatakan, tingginya harga TBS kelapa sawit itu ternyata tidak begitu dinikmati para petani. Sebab hasil panen mereka justru sedang mengalami penurunan drastis akibat kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan lalu. "Harga memang tinggi tapi saat ini TBS kelapa sawit sedang trek. Hasil panen berkurang hampir 50 persen dari kondisi normal. Namun lumayan juga, karena pendapatan menjadi tidak begitu terganggu," beber Rahmat, petani sawit warga Padangri, Desa Simatahari, Kecamatan Kotapinang.
Humas PMKS PT Nubika Jaya, Syaifullah mengatakan, harga beli TBS kelapa sawit pihak ketiga di perusahaan tempatnya bekerja, sekitar Rp1.930 per kilogram. Namun harga bisa berubah setiap hari. "Setiap hari rata-rata terjadi kenaikan harga berkisar Rp10 hingga Rp30 per kilogram," tandasnya.
Kenaikan ini cukup menggembirakan petani sawit karena sejak dua bukan lalu, harga TBS sawit masih berkisar Rp1.500 per kilogram. Namun, kenaikan harga sawit saat ini, yang berkisar antara Rp1.920 hingga Rp2.000 per kilogram, tidak dibarengi dengan panen. Hasil panen menurun hingga 60% dari panen normal alias trek.
Salah seorang agen pengumpul dan pemilik Ram Sawit, Benny, 43 tahun, mengatakan, kenaikan harga TBS seperti di Ram miliknya mencapai Rp1.920 per kilogram. "Menang itu cukup menggembirakan bagi petani. Tapi justru hasil panen berkurang sampai 60 persen dari biasanya. Ini musim trek (turun hasil panen)," kata Benny, Jumat (23/12/2016).
Dia mengatakan, harga sawit itu sebenarnya cukup bervariasi dan tergantung biaya ongkos yang dibutuhkan ke lokasi dibelinya TBS sawit tersebut. Makin jauh jarak tempuhnya, maka harga TBS sawit dapat berkurang dari harga di daerah yang dekat dengan pengumpul dan pabrik. "Iya pakai prinsip ekonomi juga. Kenaikan harga ini pun karena rendahnya hasil panen," ungkapnya.
Menurutnya, idealnya harga TBS sawit dikisaran Rp2.000 ke atas per kilogram. Dengan harga itu, petani bisa melakukan perawatan serta pemupukan sawit dengan lebih baik. Tetapi jika harga TBS di bawah Rp2.000 per kilogram, maka petani belum dapat menyisihkan uangnya untuk perawatan serta pemupukan tanaman sawit. "Sedangkan kenaikan harga sawit ini baru berjalan dua bulan terakhir. Kalau tahun lalu sempat di bawah Rp1.000 per kilogram," tutur Benny.
Agen pengepul TBS kelapa sawit di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Irwansyah Hasibuan mengatakan, mereka membeli TBS kelapa sawit dari petani setempat seharga Rp1.800-an. Sedangkan harga jual di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkisar Rp1.900-an hingga Rp2.000 per kilogram. "Saat ini harga memang sangat tinggi, bahkan ada PKS yang membeli hingga Rp2.000 per kilogram," katanya.
Salah seorang petani sawit, Rahmad Aruan, 47, mengatakan, tingginya harga TBS kelapa sawit itu ternyata tidak begitu dinikmati para petani. Sebab hasil panen mereka justru sedang mengalami penurunan drastis akibat kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan lalu. "Harga memang tinggi tapi saat ini TBS kelapa sawit sedang trek. Hasil panen berkurang hampir 50 persen dari kondisi normal. Namun lumayan juga, karena pendapatan menjadi tidak begitu terganggu," beber Rahmat, petani sawit warga Padangri, Desa Simatahari, Kecamatan Kotapinang.
Humas PMKS PT Nubika Jaya, Syaifullah mengatakan, harga beli TBS kelapa sawit pihak ketiga di perusahaan tempatnya bekerja, sekitar Rp1.930 per kilogram. Namun harga bisa berubah setiap hari. "Setiap hari rata-rata terjadi kenaikan harga berkisar Rp10 hingga Rp30 per kilogram," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :