USD Menyusut Lawan Yen Saat Mayoritas Pasar Saham Tutup

Senin, 26 Desember 2016 - 10:27 WIB
USD Menyusut Lawan Yen...
USD Menyusut Lawan Yen Saat Mayoritas Pasar Saham Tutup
A A A
TOKYO - Dolar Amerika Serikat (USD) tercatat merosot saat melawan yen pada awal perdagangan hari ini, merayap di bawah hasil data ekonomi yang variatif. Perdagangan terlihat tenang ketika beberapa pasar saham utama ditutup karena libur Natal.

Dilansir Reuters, Senin (26/12/2016) greenback mengalami penurunan sebesar 0,2% ke level 117.300 terhadap yen, sedangkan euro stabil pada posisi 1.0457 melawan USD. Mata uang mengambil celah gerak saham dari pasar utang AS yang melihat patokan imbal hasil 10 tahun.

Indikator ekonomi termasuk data keyakinan konsumsen dan perubahan terlihat kuat, tapi sektor pendapatan rumah tangga lebih lambat. "Pasar mata uang kemungkinan ekurangan insentif ketika sebagian pasar utama di Asia, Eropa dan Amerika Utara ditutup. Ada yang mengatakan USD berisiko terhadap yen di bawah 117, saat investor hati-hati terhadap kebijakan proteksionis administrasi Trump," ujar Ahli Strategi Mata Uang Mizuho Securities Masafumi Yamamoto di Tokyo.

Sebelumnya Presiden AS terpilih yakni Donald Trump memilih ekonom Peter Navarro yang dikenal sebagai pengkritik keras China sebagai kepala Dewan Perdagangan Nasional Gedung Putih yang baru dibentuk. Dolar Australia terlihat mendatar terhadap USD pada level 0.7178, ketika hari sebelumnya terperosok ke posisi 0.7160 pada akhir pekan kemarin untuk jadi titik terendah sejak Mei.

Sementara Presiden China Xi Jinping menerangkan pertumbuhan China jatuh di bawah 6,5%. Australia menjadi negara yang paling sensitif terhadap prospek ekonomi dari China, karena merupakan mitra dagang utama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Mantap, Rupiah Menguat...
Mantap, Rupiah Menguat 90 Poin ke Rp15.355 per USD
Rupiah Terus Menguat...
Rupiah Terus Menguat ke Level Rp15.295 per USD
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
33 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
53 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved