Tangkap Peluang Wisata, Kaos Khas Gunungkidul Dipasarkan

Senin, 26 Desember 2016 - 11:33 WIB
Tangkap Peluang Wisata,...
Tangkap Peluang Wisata, Kaos Khas Gunungkidul Dipasarkan
A A A
GUNUNGKIDUL - Perkembangan pesat sektor pariwisata Gunungkidul, membuat ikon pariwisata Yogyakarta yang dulu didominasi keraton, Parangtritis dan Candi Prambanan mulai bergeser menuju bumi Handayani ini. Kalau di Bali kita mengenal produk cinderamata kaos kas dengan Joger, maka di Gunungkidul juga mulai bermunculan produk-produk cinderamata kaos khas kabupaten yang juga terkenal sebagai produsen ketela kering/ gaplek ini.

Beberapa anak muda Gunungkidul pun memiliki sebuah ide besar untuk bisa mengangkat cinderamata khas Gunungkidul melalui T-shit atau kaos dan menggunakan outlet bersama., dengan nama Walang Koos Gunungkidul.

Pemilik Walang Kaos Gunungkidul Kendra menerangkan bisnis ini berawal dari upaya berkreasi hingga melalui wahana wisata beburu kaos khas Gunungkidul. Usaha membangun outlet dengan memberikan ruang bagi pengusaha kaos di Gunungkidul ini memang baru pertama kali muncul.

“Outlet ini menjadi ruang bagi pengusaha pengusaha muda kaos khas Gunungkidul untuk bersama-sama memamerkan dan memasarkan kaos yang memiliki ciri khas Gunungkidul,” ungkapnya.

Dijelaskannya usaha yang dibuat tersebut bukan hanya usaha pribadi. Namun usaha bersama untuk memberdayakan pengusaha kaos di Gunungkidul. ”Mereka kita ajak bergabung dan kita ajak memasarkan bersama,” ungkapnya.

Di outlet yang terletak di jalan Ring Road Utara, Kajar, Wonosari ini, sudah ada empat pengusaha yang memamerkan produk di Walang Kos Gunungkidul ini. Pengunjungpun akan dimanjakan dengan berbagai desain menarik sesuai dengan selera dan kemampuan kantongnya, namun semua bertema Gunungkidul. ”Harapan kami wisatawan akan melihat Walang ini sebagai satu-satunya tempat belanja kaos oleh oleh khas Gunungkidul,” imbuhnya.

Dengan outlet bersama ini, para pengusaha kaos bisa terus bertambah sehingga bisa maju dan berkembang seiringan dengan perkembangan pariwisata. Terlebih lagi desain- desain yang disediakan semua bertema tentang Gunungkidul. “Kalau Bali ada Joger, Yogya ada Dagadu, maka kita buat konsep Walang sebagai ikon kita, yaitu makanan khas Gunungkidul. Dan ini oleh-oleh kaos yang khas juga dari Gunungkidul” tambahnya.

Bupati Gunungkidul Badingah mengungkapkan, konsep kaos khas Gunungkidul ini cukup menarik. Sebuah ide besar dari kaum muda lokal Gunungkidul tersebut harus disupport.” Ini sangat menarik dan kita akan bawa ini sebagai cinderamata kita apabila kita keluar daerah,” ungkapnya.

Menurutnya dengan membangun outlet bersama dengan produk tshit khas Gunungkidul merupakan sebuah ide besar dalam menciptakan cinderamata khas. Hal ini juga bentuk kemampuan warga berpartisipasi dan berkreasi dalam perkembangan parisiwata.

”Memang masyarakat harus aktif terlibat dalam perkembangan pariwisata dan tidak hanya menonton. Melalui kolaborasi outlet ini menjadi bukti kaum muda mampu berkreasi dan menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut mengenalkan Gunungkidul ke kancah luas,” kata dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Eks Panglima Militer...
Eks Panglima Militer Ukraina: Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved