Balitbangtan dan Petrokimia Kembangkan Sekam Padi untuk Pertanian

Sabtu, 31 Desember 2016 - 01:17 WIB
Balitbangtan dan Petrokimia...
Balitbangtan dan Petrokimia Kembangkan Sekam Padi untuk Pertanian
A A A
BOGOR - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) dan PT Petrokimia Gresik tengah menjajaki kerja sama untuk memproduksi nanobiosilika dari sekam padi.

Kepala Badan Litbang Pertanian Muhammad Syakir mengatakan kerja sama dengan pihak swasta dilakukan untuk memudahkan diseminasi teknologi dan inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti. Selama ini, menurut Syakir, banyak inovasi yang dihasilkan tidak dapat sepenuhnya dimanfaatkan secara luas karena tidak ada jaringan yang menghubungkan dengan petani.

“Kami tidak melakukan komersialisasi. Ini semata-mata untuk melakukan diseminasi secara massal. Selama ini kami terkendala di penggandaan dan penyebaran inovasi,” ujarnya pada acara Launching Produk Inovasi Pascapanen Nanobiosilika dan Produk Olahan Bawang Merah di Kantor Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Bogor, Jumat (30/12).

Syakir juga mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, terutama padi guna mewujudkan target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dirinya juga menjamin kerja sama ini dapat meningkatkan penghasilan petani.

Selain melakukan kerja sama dengan pihak swasta, untuk mempercepat diseminasi teknologi dan inovasi yang dihasilkan para peneliti, Balitbangtan telah menyebarkan inovasi yang telah dihasilkan para peneliti melalui 65 satuan kerja (satker) di seluruh Indonesia. Selain itu juga melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah penghasil padi.

Nanobiosilika serbuk telah diujicoba sebagai penyalut pupuk urea untuk mengendalikan pelarutan sekaligus meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen hingga 20%. Teknologi pembuatan nanobiosilika dari sekam padi tersebut merupakan hasil penelitian para peneliti Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian.

Menurut Syakir, nanobiosilika dapat meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap serangan hama penyakit, kerebahan dan dampak kekeringan. “Hasil ujicoba menunjukkan penambahan nanobiosilika pada tanaman padi mampu meningkatkan produktivitas hingga 15 persen, meningkatkan jumlah anakan produktif dan mencegah serangan hama penyakit hingga 40 persen,” katanya.

Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian Risfaheri mengatakan selama ini sekam padi tidak dimanfaatkan oleh para petani alias terbuang percuma. Padahal dalam sistem pertanian modern, kata dia, semua hasil pertanian harus bisa dimanfaatkan atau bernilai ekonomi. “Beda dengan jerami padi yang dimanfaatkan petani untuk pakan ternak, kalau sekam padi selama ini terbuang percuma, loss,” kata Risfaheri.

Apalagi tiap tahun para petani di Indonesia menghasilkan sekitar 16 juta ton sekam padi. Sekam padi sebanyak itu bisa menghasilkan nanobiosilika sekitar 3 juta ton yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi seluas 10 juta hektare (ha).

Hoerudin, seorang peneliti Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian mengatakan selain untuk pertanian, nanobiosilika ini juga dibutuhkan untuk sektor non pertanian, misalnya untuk panel surya. “Selama ini Indonesia tiap tahun mengimpor silika sebanyak 20.000 ton. Saat ini harga rata-rata silika sekitar Rp20.000 per kg. Coba kalau hasil inovasi kami ini diproduksi secara massal, berapa devisa yang bisa kita hemat. Selain devisa, tentunya manfaat nanobiosilika ini sangat besar karena berasal dari sekam yang selama ini tak memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
28 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved