Operator Taksi Resmi Keluhkan Keberadaan Angkutan Online

Senin, 02 Januari 2017 - 16:59 WIB
Operator Taksi Resmi...
Operator Taksi Resmi Keluhkan Keberadaan Angkutan Online
A A A
SLEMAN - Operator taksi resmi di Yogyakarta mengeluhkan masih adanya taksi 'ilegal' yang beroperasi di wilayah mereka. Taksi-taksi illegal ini biasanya menggunakan aplikasi online yang memungkinkan kendaraan pribadi mengantarkan penumpang ke suatu tujuan layaknya taksi resmi.

Pimpinan Rajawali Taksi Sus Hosen mengatakan, munculnya angkutan online seperti Go-jek, Grab ataupun juga Uber dalam beberapa bulan terakhir memang sangat berpengaruh terhadap pendapatan para sopir taksi. "Pendapatan para sopir mengalami penurunan karena pelanggan mereka banyak yang beralih ke taksi-taksi 'gelap' tersebut. Sangat berpengaruh," terang dia.

Menurutnya, pemerintah melalui Dinas Perhubungan harus bisa bertindak tegas terkait dengan keberadaan taksi-taksi 'gelap' tersebut. Namun dia menambahkan hingga sampai saat ini memang belum ada tindakan tertentu dari instansi terkait untuk mengantisipasi keberadaan taksi-taksi gelap ini.

Lanjut dia menerangkan saat ini, yang bisa dilakukan oleh operator adalah merapatkan barisan dengan melarang kawasan tertentu seperti di Bandara Adisutjipto untuk beroperasi taksi-taksi illegal ini. Meskipun sebenarnya sejak bandara Adisutjipto berdiri, sudah ada kesepakatan yang boleh beroperasi di bandara adalah taksi Rajawali.

Selain itu, sesuai dengan anjuran dari Dinas Perhubungan kini taksi-taksi resmi melalui operator masing-masing bergabung dalam sebuah aplikasi online. Harapannya, nantinya operator resmi tersebut tetap bisa bersaing dengan taksi-taksi gelap yang berbasis operasional online.

"Pokoknya sekarang kami arahkan semua operator taksi untuk mengikuti aplikasi taksi online," paparnya.

Berdasarkan pengalaman dari operator taksi yang telah mengikuti aplikasi online, mereka mampu meningkatkan omset yang sebelumnya sudah turun. Karena beberapa kemudahan diberikan melalui aplikasi ini, terutama terkait dengan transparansi transaksi serta kecepatan armada menjangkau penumpang.

Dia mengakui, jika omset mereka selama ini memang berkurang karena adanya taksi-taksi illegal tersebut. Dalam sehari misalnya, masing-masing taksi mampu mengantar penumpang sekitar 10 kali. Tetapi sejak ada taksi-taksi illegal yang masuk ke Yogyakarta, omset mereka jadi berkurang. "Sekarang sehari bisa 5-6 kali,"ujarnya.

Sementara Direktur Gama Techno (pencipta aplikasi online) M Aditya Arief mengungkapkan, saat ini respons masyarakat untuk menggunakan aplikasi online semakin banyak. Dari aplikasi yang perusahaannya ciptakan sudah ada sekitar 500 pengunduh melalui smartphone mereka.

"Kami luncurkan resmi bulan Oktober lalu, dan dinamis sekali. Harapannya operator taksi resmi bisa segera mengikutinya," terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bluebird Kenalkan Versi...
Bluebird Kenalkan Versi Aplikasi Terbaru MyBlueBird
Pendiri Tak Menyangka...
Pendiri Tak Menyangka Gojek Bisa Besar dalam 10 Tahun
Transaksi di Gojek Sepanjang...
Transaksi di Gojek Sepanjang 2020 Capai Rp170 Triliun
Jumlah Perjalanan Tumbuh...
Jumlah Perjalanan Tumbuh 3 Digit, Lalamove Ride Fokus ke Kawasan Perdagangan dan Transit Jakarta
Aplikator Transportasi...
Aplikator Transportasi Online Baru Marak, Keselamatan Penumpang Dipertanyakan
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Berita Terkini
Harga Gas Industri Turun...
Harga Gas Industri Turun Jadi USD13 per MMBTU, Said Iqbal Ungkap Ancaman PHK Mereda
27 menit yang lalu
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
1 jam yang lalu
Seret, Penerimaan Pajak...
Seret, Penerimaan Pajak hingga Akhir Juni 2026 Belum Menyentuh Separuh Target APBN
1 jam yang lalu
Lesca Gadai Premier...
Lesca Gadai Premier Tawarkan Likuiditas Cepat dan Privat bagi Pelaku Bisnis
2 jam yang lalu
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
2 jam yang lalu
AQUA Masih Dominasi...
AQUA Masih Dominasi Penjualan Air Mineral di Berbagai Kota Besar
2 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved