Tarif Ojol Naik, Bos Blue Bird Melihat Peluang
Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:58 WIB
loading...
Kenaikan tarif ojek online (ojol) memberikan berkah bagi penyedia jasa armada taksi. Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD), Sigit Djokosoetono memberikan, tanggapan ihwal aturan baru Kemenhub. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan tarif ojek online (ojol) memberikan berkah bagi penyedia jasa armada taksi. Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD) , Sigit Djokosoetono memberikan, tanggapan ihwal aturan baru Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Naikkan Tarif Ojek Online, Ini Rinciannya
Di depan awak media, Sigit menilai ada dampak positif bagi bisnis taksi saat pemerintah menaikkan tarif ojol . Pasalnya, selisih harga menjadi lebih dekat dan menguntungkan taksi sebagai layanan antar-jemput penumpang.
"Dengan tipisnya harga antara ojol dan roda empat, pasti memberikan dampak positif karena selisihnya makin dikit, daripada naik roda dua mending naik roda empat, apalagi kalau musim hujan," kata Sigit dalam acara Menakar Kinerja Blue Bird Semester II/2022 di Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Selasa (9/8).
Sigit mencermati, permintaan konsumen atas layanan ojol dan taksi memiliki segmentasi yang berbeda. Dirinya menegaskan perseroan tidak mau terlalu reaktif atas aturan baru tersebut.
"Kita tidak mau reaktif, saat ini kita tetap mempertahankan supply dan demand yang saat ini kita punya," tegasnya.
Sementara terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Sigit memastikan perseroan masih mengamati permintaan pasar atas kebutuhan penggunaan taksi. "Kita perlu melihat dari sisi demand," tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Naikkan Tarif Ojek Online, Ini Rinciannya
Di depan awak media, Sigit menilai ada dampak positif bagi bisnis taksi saat pemerintah menaikkan tarif ojol . Pasalnya, selisih harga menjadi lebih dekat dan menguntungkan taksi sebagai layanan antar-jemput penumpang.
"Dengan tipisnya harga antara ojol dan roda empat, pasti memberikan dampak positif karena selisihnya makin dikit, daripada naik roda dua mending naik roda empat, apalagi kalau musim hujan," kata Sigit dalam acara Menakar Kinerja Blue Bird Semester II/2022 di Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Selasa (9/8).
Sigit mencermati, permintaan konsumen atas layanan ojol dan taksi memiliki segmentasi yang berbeda. Dirinya menegaskan perseroan tidak mau terlalu reaktif atas aturan baru tersebut.
"Kita tidak mau reaktif, saat ini kita tetap mempertahankan supply dan demand yang saat ini kita punya," tegasnya.
Sementara terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Sigit memastikan perseroan masih mengamati permintaan pasar atas kebutuhan penggunaan taksi. "Kita perlu melihat dari sisi demand," tegasnya.
Lihat Juga :