Pelni Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu dan Jakarta

Rabu, 04 Januari 2017 - 15:21 WIB
Pelni Perkuat Konektivitas...
Pelni Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu dan Jakarta
A A A
JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menerangkan sejak tahun lalu telah melayani pelayaran menuju kepulauan Seribu, di antaranya Pulau Bidadari dan Pulau Pari. Meski belum menyentuh semua pulau secara keseluruhan, Pelni sudah memberikan kemudahan konektivitas masyarakat lewat kapal perintis Sabuk Nusantara (Sanus) 46 yang berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

"Dari Sunda Kelapa ke Pulau Bidadari, Pulau Pari, Pulau Untung Jawa, Pulau Payung, Pulau Pramuka dan ada Pulau Kelapa. Ini yang kita layari dengan kapal perintis yang diresmikan tahun lalu. Intinya ada konektivitas di Kepulauan Seribu dan Jakarta. Sehingga enggak ada lagi perbedaan orang pulau dan yang enggak, baru satu kapalnya akan ditambah," ujar Direktur Utama Pelni Elfien Goentoro di Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Lebih lanjut dia menambahkan Sanus 46 tidak berangkat dari Muara Angke karena tidak memenuhi spesifikasi kedalaman buat kapal Pelni untuk bersandar. Menurutnya kedalaman dua meter tidak sesuai dengan kapal Pelni.

"Kita lakukan langkah survei ke Muara Angke, memang pelabuhannya cukup tradisional. Jadi, memang secara kedalaman untuk kapal kami belum memenuhi karena hanya dua meter, kapal kami membutuhkan 3,5 meter sampai 4 meter," sambungnya

Jenis kapal yang berbeda ini, terang dia, bukan berarti perusahaan tak bisa melayani pelayaran ke pulau-pulai lain di wilayah Kepulauan Seribu. Namun, kendalanya ada beberapa pulau yang tidak bisa disandari karena perbedaan spesifikasi tersebut.

"Kita masuk ke Pulau Tidung, kita ulangi kembali survei di sana. Jalurnya sempit 2 meter lagi, enggak mungkin. Kita enggak bisa sandar di Pulau Tidung, kalau di sana berlabuh khawatir keselamatan penumpang," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Tugaskan...
Pemerintah Tugaskan PELNI Tambah Kapal di Wilayah Pangkep
Transportasi Laut Pelni...
Transportasi Laut Pelni Penggerak Ekonomi di Timur Indonesia
PELNI Services-Kemenhub...
PELNI Services-Kemenhub Sepakat Kerja Sama Tingkatkan Kenyamanan Berlayar di Indonesia
Beri Perlindungan ke...
Beri Perlindungan ke Penumpang Kapal, Pelni Gandeng Asuransi Aspan
Potensi Bisnis Barang...
Potensi Bisnis Barang Meningkat, PT PELNI Gelar Audiensi dengan Pelanggan
Bepergian Pakai Kapal...
Bepergian Pakai Kapal Laut Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksin
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
53 menit yang lalu
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
1 jam yang lalu
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
4 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
5 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
6 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
7 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved