Rupiah Diyakini Masih Tahan Banting Hadapi Gempuran USD

Jum'at, 06 Januari 2017 - 17:47 WIB
Rupiah Diyakini Masih...
Rupiah Diyakini Masih Tahan Banting Hadapi Gempuran USD
A A A
JAKARTA - Chief Equity Strategist Deutsche Bank Heriyanto Irawan meyakini, kurs rupiah mampu menghadapi penguatan dolar Amerika Serikat (USD). Pasalnya, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup sehat untuk menghadapi gempuran tersebut.

Dia menjelaskan, keperkasaan rupiah sejatinya dibangun dari tiga fondasi utama, yakni fundamental ekonomi, stabilitas di dalam negeri, serta sentimen yang terjadi di luar negeri.

"Fondasi rupiah ada tiga pilar. Satu, fundamental flow, local flow, dan foreign flow. Jadi, tiga pilar ini yang membangun pondasi rupiah," katanya di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (6/1/2017).

Menurutnya, Indonesia sangat beruntung karena fundamental ekonominya mampu menahan gejolak dari serangan luar. Pihaknya menganggap, posisi makro ekonomi Indonesia terkuat dan tersehat sejak krisis keuangan global beberapa tahun silam.

"Kalau serangan dari luar terjadi, di mana perekonomian masih seperti 2013. Serangan kali ini di posisi kita yang lumayan kuat," imbuh dia.

Selain itu, Heri menilai situasi di dalam negeri juga cukup stabil sehingga investor masih menaruh kepercayaan terhadap Indonesia. Hal ini terbukti dengan suksesnya program pengampunan pajak (tax amnesty) yang berlaku sejak pertengahan tahun lalu.

"Dari sisi angka kalau dibanding negara lain itu paling sukses dari seluruh dunia. Tapi terlepas dari itu, ini sejarah. Biasanya pengusaha itu sangat tidak percaya terhadap pemerintah, tapi kali ini kenapa mereka berani membuka buku dan asetnya semua," tuturnya.

Sementara untuk sentimen dari luar negeri, dia mengakui hal tersebut sulit diantisipasi. Namun, dengan fundamental ekonomi yang kuat serta kepercayaan dan stabilitas dalam negeri yang besar maka sentimen dari luar negeri tidak akan berpengaruh besar.

"Mereka (investor) akan melihat kondisi perekonomian yang sehat. Kita juga harus akui, bahwa bunga SUN (surat utang negara) kita tertinggi di seluruh dunia. Dana pun akan mencari tempat parkir yang aman," ujar Heri.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
30 menit yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
40 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
54 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
1 jam yang lalu
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
1 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved