Rupiah Sore Ini Masih Betah di Atas Level Rp13.360/USD

Senin, 09 Januari 2017 - 17:08 WIB
Rupiah Sore Ini Masih...
Rupiah Sore Ini Masih Betah di Atas Level Rp13.360/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih bertahan di zona hijau alias menguat dibanding penutupan akhir pekan kemarin. Kondisi rupiah ini di tengah melemahnya USD terhadap beberapa mata uang dunia lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.362/USD atau menguat dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.371/USD. Hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.353-Rp13.399/USD. Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.405/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hari ini berakhir di level Rp13.360/USD atau tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.355/USD dengan kisaran harian Rp13.328-Rp13.393/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada pada level Rp13.385/USD. Posisi ini melemah dibanding posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.347/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (9/1/2017), poundsterling turun sekitar 1% baik terhadap USD dan euro setelah adanya komentar akhir pekan kemarin dari Perdana Menteri Inggris Theresa May bahwa dia tidak tertarik dalam menjaga keanggotaan dari Uni Eropa.

Poundsterling terhadap USD turun 0,9% ke level 1,2164, terlemah terhadap USD sejak akhir Oktober. Sementara, terhadap euro, poundsterling turun 1,1% terhadap euro, memukul 86,65 pence per euro, terendah sejak pertengahan November.

"Hal yang paling penting adalah komentar May selama akhir pekan (kesepakatan Brexit) memicu sterling goyah signifikan," kata Kepala Saxo bank strategi FX John Hardy.

Sementara itu, USD merayap menguat setelah adanya tanda-tanda tekanan upah di pekerjaan Desember AS melaporkan pada Jumat yang terbukti cukup untuk mengangkat obligasi bertenro 10 dari 2,33% menjadi 2,42% setelah jatuh cukup besar pada awal pekan ini.

Euro sendiri naik tipis terhadap USD sebesar 0,2% menjadi 1,0550, sebagai kenaikan bulanan tertajam di ekspor Jerman dalam 4,5 tahun membantu meningkatkan mata uang bersama pada kisaran 1,0339-1,0621 pada pekan lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
21 menit yang lalu
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
40 menit yang lalu
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
3 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
4 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
5 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
7 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved