Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka Menguat Tipis
Kamis, 12 Januari 2017 - 09:11 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Dibuka Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini kembali jalur positif meski pada perdagangan sebelumnya ditutup di zona negatif. IHSG hari ini dibuka naik 3,70 poin atau setara dengan 0,07% ke level 5.304,94 saat bursa utama Asia dibuka menguat.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup melemah ke level 5.301,24 atau 8,69 poin setara 0,16% pada saat bursa saham China melemah.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp13 miliar dengan 4 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp3,22 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,14 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp5,91 miliar. Tercatat 17 saham menguat, 12 melemah dan 15 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp550 menjadi Rp63.700, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 menjadi Rp12.300, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp125 menjadi Rp15.450.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp125 menajdi Rp7.825, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp100 menjadi Rp21.700, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun Rp75 menjadi Rp6.175.
Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (12/1/2017), bursa saham Asia dibuka mixed (variatif) mengikuti Wall Street yang sempat goyah dan berakhir menguat setelah Presiden AS terpilih Donald Trump menggelar konferensi pers.
Konferensi pers Trump dinilai tidak memberikan kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan yang diusulkan. "Konferensi pers pertama kalinya Presiden Trump sejak akhir Juli 2016 belum menjawab untuk pasar," kata Westpac Strategi Global Group di catatan dirilis pada hari Kamis.
"Trump membuat beberapa referensi untuk membuat Amerika besar lagi, tapi tidak ada detail pada belanja infrastruktur, reformasi pajak perusahaan, pemotongan pajak penghasilan pribadi, prospek deregulasi atau kemungkinan lain repatriasi pajak," tambah Westpac.
Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,45% pada awal perdagangan, dengan keuntungan berbasis luas di semua sektor. di Jepang, Indeks Nikkei 225 tergelincir 0,55% karena yen menguat terhadap USD.
Penguatan yen umumnya menjadi berita buruk bagi perusahaan Jepang karena membuat ekspor lebih mahal dan menurunkan keuntungan yang direpatriasi diterima di luar negeri.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,18% pada awal perdagangan. Hal itu terjadi meski pun saham Samsung Electronics turun 0,37%.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup melemah ke level 5.301,24 atau 8,69 poin setara 0,16% pada saat bursa saham China melemah.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp13 miliar dengan 4 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp3,22 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,14 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp5,91 miliar. Tercatat 17 saham menguat, 12 melemah dan 15 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp550 menjadi Rp63.700, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 menjadi Rp12.300, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp125 menjadi Rp15.450.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp125 menajdi Rp7.825, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp100 menjadi Rp21.700, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun Rp75 menjadi Rp6.175.
Seperti dilansir dari CNBC, Kamis (12/1/2017), bursa saham Asia dibuka mixed (variatif) mengikuti Wall Street yang sempat goyah dan berakhir menguat setelah Presiden AS terpilih Donald Trump menggelar konferensi pers.
Konferensi pers Trump dinilai tidak memberikan kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan yang diusulkan. "Konferensi pers pertama kalinya Presiden Trump sejak akhir Juli 2016 belum menjawab untuk pasar," kata Westpac Strategi Global Group di catatan dirilis pada hari Kamis.
"Trump membuat beberapa referensi untuk membuat Amerika besar lagi, tapi tidak ada detail pada belanja infrastruktur, reformasi pajak perusahaan, pemotongan pajak penghasilan pribadi, prospek deregulasi atau kemungkinan lain repatriasi pajak," tambah Westpac.
Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,45% pada awal perdagangan, dengan keuntungan berbasis luas di semua sektor. di Jepang, Indeks Nikkei 225 tergelincir 0,55% karena yen menguat terhadap USD.
Penguatan yen umumnya menjadi berita buruk bagi perusahaan Jepang karena membuat ekspor lebih mahal dan menurunkan keuntungan yang direpatriasi diterima di luar negeri.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,18% pada awal perdagangan. Hal itu terjadi meski pun saham Samsung Electronics turun 0,37%.
(izz)
Lihat Juga :