Rupiah Dibuka Perkasa saat USD Keok Lawan Yen dan Euro
Kamis, 12 Januari 2017 - 10:09 WIB
Rupiah Dibuka Perkasa saat USD Keok Lawan Yen dan Euro
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tajam setelah pada penutupan kemarin ditutup melemah. Penguatan rupiah hari ini di tengah merosotnya USD terhadap beberapa mata uang dunia.
Data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka di level Rp13.263/USD atau membaik dari penutupan kemarin di level Rp13.319/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.284/USD dengan kisaran pada level Rp13.263-Rp13.299/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.288/USD. Posisi ini jauh menguat dibanding posisi kemarin di level Rp13.327/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan pagi ini dibuka di level Rp13.326/USD atau hampir mendatar dari posisi kemarin di level Rp13.322/USD dengan kisaran Rp13.258-Rp13.328/USD dan pada pukul 10.04 WIB, rupiah menguat ke level Rp13.293/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.323/USD atau membaik dibanding penutupan kemarin di level Rp13.345/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini USD merosot terhadap yen setelah Presiden AS terpilih Donald Trump saat konferensi pers dinilai gagal menguraikan rincian tentang janji-janjinya untuk meningkatkan pengeluaran dan pemotongan pajak fiskal.
USD terhadap USD jatuh serendah 114,245 atau terendah terdalam sejak 9 November, dan terakhir berdiri di level 114,99 atau turun 0,4% pada hari itu.
Indeks USD, yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama, turun 0,1% ke level 101,65. Indeks dolar naik ke level tertinggi sejak 2002 pada pekan lalu, karena investor menaruh pada janji Trump terkait ekspansi dan pemotongan pajak fiskal akan mendorong pertumbuhan dan inflasi, mendorong kecepatan yang lebih cepat dari kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Euro, yang telah tergelincir ke level terendah dalam 14 tahun terakhir ke $ 1,0340 pada pekan lalu, hari ini naik 0,1% terhadap USD ke level 1,0595.
Data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka di level Rp13.263/USD atau membaik dari penutupan kemarin di level Rp13.319/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.284/USD dengan kisaran pada level Rp13.263-Rp13.299/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.288/USD. Posisi ini jauh menguat dibanding posisi kemarin di level Rp13.327/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan pagi ini dibuka di level Rp13.326/USD atau hampir mendatar dari posisi kemarin di level Rp13.322/USD dengan kisaran Rp13.258-Rp13.328/USD dan pada pukul 10.04 WIB, rupiah menguat ke level Rp13.293/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.323/USD atau membaik dibanding penutupan kemarin di level Rp13.345/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini USD merosot terhadap yen setelah Presiden AS terpilih Donald Trump saat konferensi pers dinilai gagal menguraikan rincian tentang janji-janjinya untuk meningkatkan pengeluaran dan pemotongan pajak fiskal.
USD terhadap USD jatuh serendah 114,245 atau terendah terdalam sejak 9 November, dan terakhir berdiri di level 114,99 atau turun 0,4% pada hari itu.
Indeks USD, yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama, turun 0,1% ke level 101,65. Indeks dolar naik ke level tertinggi sejak 2002 pada pekan lalu, karena investor menaruh pada janji Trump terkait ekspansi dan pemotongan pajak fiskal akan mendorong pertumbuhan dan inflasi, mendorong kecepatan yang lebih cepat dari kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Euro, yang telah tergelincir ke level terendah dalam 14 tahun terakhir ke $ 1,0340 pada pekan lalu, hari ini naik 0,1% terhadap USD ke level 1,0595.
(izz)