IHSG Ditutup Ambruk di Tengah Jatuhnya Bursa Saham Jepang
Kamis, 12 Januari 2017 - 16:35 WIB
IHSG Ditutup Ambruk di Tengah Jatuhnya Bursa Saham Jepang
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah ke level 5.292,75 atau 8,49 poin setara 0,16% meski detik-detik sebelum penutupan masih berada di zona hijau. Pelemahan IHSG hari ini di tengah merosotnya bursa saham Jepang.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini masih semakin menghijau alias menguat ke level 5.312,94 atau 11,71 poin setara dengan 0,22% setelah tadi pagi dibuka naik 3,70 poin atau setara dengan 0,07% ke level 5.304,94. Sementara, IHSG kemarin ditutup melemah ke level 5.301,24 atau 8,69 poin setara 0,16%.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan hari mayoritas melemah dengan sektor aneka industri melemah terdalam sebesar 1,09% dan sektor yang menguat tertinggi adalah properti yang naik sebesar 0,67%.
Di sisi lain nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,72 triliun dengan 12,82 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp155,77 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,62 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,46 triliun. Tercatat 176 saham menguat, 145 melemah dan 112 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp300 menjadi Rp2.800, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp130 menjadi Rp3.830, dan PT Gudang garam Tbk (GGRM) naik Rp100 menjadi Rp63.250.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) anjlok Rp23.500, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) turun Rp610 menjadi Rp1.910, dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp190 menjadi Rp1.205.
Seperti dikutip dari CNBC, Kamis (12/1/2017) bursa saham Jepang turun lantaran USD/yen tegelincir ke level terendah dalam satu bulan setelah Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers yang dinilai analis kurang merinci kebijakan ekonomi.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 1,19% atau 230 poin ke level 19.134,7, karena yen menguat terhadap USD ke level 114,25 dibanding tingkat tertinggi di sesi sebelumnya yaitu 116. Penguatan yen umumnya menjadi berita buruk bagi perusahaan Jepang karena membuat ekspor lebih mahal dan menurunkan keuntungan yang direpatriasi di luar negeri.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup tergelincir 0,08% atau sebesar 4,58 poin ke level 5.766,9, turun dari kenaikan sebelumnya sebesar 0,51%. Sektor kesehatan di bursa saham Australia turun 1,19% dan sektor bioteknologi melemah 2,8%, sedangkan saham Mayne Pharma Group turun 4,14%.
Di daratan China, Indeks komposit Shanghai berakhir turun 0,55% atau 17,12 poin ke level 3.119,6 dan dan komposit Shenzhen ditutup turun 0,87% atau 17,11 poin ke posisi 1.951,3.
Sementara, di Hong Kong, Indeks Hang Seng turun 0,53% pada sore hari ini setelah pada awal perdagangan di zona positif. Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,58% atau 11,9 poin ke level 2.087,14.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini masih semakin menghijau alias menguat ke level 5.312,94 atau 11,71 poin setara dengan 0,22% setelah tadi pagi dibuka naik 3,70 poin atau setara dengan 0,07% ke level 5.304,94. Sementara, IHSG kemarin ditutup melemah ke level 5.301,24 atau 8,69 poin setara 0,16%.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan hari mayoritas melemah dengan sektor aneka industri melemah terdalam sebesar 1,09% dan sektor yang menguat tertinggi adalah properti yang naik sebesar 0,67%.
Di sisi lain nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,72 triliun dengan 12,82 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp155,77 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,62 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,46 triliun. Tercatat 176 saham menguat, 145 melemah dan 112 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) naik Rp300 menjadi Rp2.800, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp130 menjadi Rp3.830, dan PT Gudang garam Tbk (GGRM) naik Rp100 menjadi Rp63.250.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) anjlok Rp23.500, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) turun Rp610 menjadi Rp1.910, dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp190 menjadi Rp1.205.
Seperti dikutip dari CNBC, Kamis (12/1/2017) bursa saham Jepang turun lantaran USD/yen tegelincir ke level terendah dalam satu bulan setelah Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers yang dinilai analis kurang merinci kebijakan ekonomi.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 1,19% atau 230 poin ke level 19.134,7, karena yen menguat terhadap USD ke level 114,25 dibanding tingkat tertinggi di sesi sebelumnya yaitu 116. Penguatan yen umumnya menjadi berita buruk bagi perusahaan Jepang karena membuat ekspor lebih mahal dan menurunkan keuntungan yang direpatriasi di luar negeri.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup tergelincir 0,08% atau sebesar 4,58 poin ke level 5.766,9, turun dari kenaikan sebelumnya sebesar 0,51%. Sektor kesehatan di bursa saham Australia turun 1,19% dan sektor bioteknologi melemah 2,8%, sedangkan saham Mayne Pharma Group turun 4,14%.
Di daratan China, Indeks komposit Shanghai berakhir turun 0,55% atau 17,12 poin ke level 3.119,6 dan dan komposit Shenzhen ditutup turun 0,87% atau 17,11 poin ke posisi 1.951,3.
Sementara, di Hong Kong, Indeks Hang Seng turun 0,53% pada sore hari ini setelah pada awal perdagangan di zona positif. Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,58% atau 11,9 poin ke level 2.087,14.
(izz)
Lihat Juga :