OJK Siap Pangkas Gap Suku Bunga Deposito Bank Besar

Sabtu, 14 Januari 2017 - 05:20 WIB
OJK Siap Pangkas Gap...
OJK Siap Pangkas Gap Suku Bunga Deposito Bank Besar
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap memangkas selisih capping suku bunga deposito bank besar. Gap antara bank BUKU III dan BUKU IV kini terpaut 25 basis poin (bps).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan pihaknya tidak akan mencabut aturan batas maksimum (capping) suku bunga deposito tahun ini. Capping bunga deposito untuk bank BUKU III maksimal 100 bps di atas Bank Indonesia (BI) seven days repo rate, sedangkan untuk bank BUKU IV maksimal 75 bps di atas BI seven days repo rate.

"Sementara ini belum kita punya rencana untuk mencabut capping. Tapi yang akan kami lakukan adalah melihat apakah gap 25 bps itu bisa dikecilkan atau tidak," ujar Nelson dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Dia menyebutkan ada kemungkinan pihaknya akan menurunkan gap keduanya menjadi 10 bps atau 15 bps. Aturan ini, lanjut Nelson, rencananya akan dikeluarkan sebelum semester pertama 2016.

Saat ini pihaknya tengah mengkaji besaran pemangkasan tersebut dan diharapkan selesai tahun ini. "Ya bisa dikecilkan. Angkanya masih bisa jadi 15 bps atau 10 bps. Jadi sekarang untuk BUKU IV itu 75 bps tambahannya, buku III itu 100 bps. Nah yang baru nanti gap diantaranya ada 25 bps selisihnya. Ini yang kemungkinan kita lihat gapnya bisa 85, 80 atau 90 bps. Nanti kami pelajari dulu," jelas Nelson.

Terkait adanya potensi pengetatan likuiditas tahun ini akibat kebijakan Amerika Serikat (AS), Nelson sendiri belum bisa memastikan. Prediksi ini hanya didasari oleh kebijakan proteksionisme yang akan diambil oleh Presiden AS terpilih Donald Trump serta kenaikan suku bunga The Fed.

"Sebenarnya dibilang ketat itu baru dari satu dasar informasi bahwa Fed akan naikkan lagi dan AS akan lakukan proteksi pasar, tapi belum tahu benar tidaknya itu, karena belum dilantik," tuturnya.

Dirinya menambahkan kebijakan AS yang belum pasti tidak akan dengan secara langsung direspons oleh OJK. Apalagi meski akan terjadi pengetatan likuiditas, OJK belum memiliki rencana mencabut kebijakan capping suku bunga deposito.

Sekadar informasi, kebijakan capping bunga deposito dilatarbelakangi oleh fenomena perang suku bunga antar bank untuk memperoleh pendanaan di tengah ketatnya likuiditas karena arus dana keluar pada awal tahun 2016.

Nelson mengatakan, penurunan jarak capping bunga deposito tidak akan membuat perang suku bunga deposito antar bank. Hal ini dikarenakan penerapan capping bunga deposito masih dijalankan di bank. Selain itu, kondisi likuiditas perbankan saat ini juga dipandang masih aman.

Perang suku bunga bank-bank besar tersebut membuat biaya dana perbankan tidak terkendali sehingga membuat suku bunga kredit meningkat, bahkan sulit turun ke single digit dari posisi saat ini yang di atas dua digit.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bunga Perbankan Single...
Bunga Perbankan Single Digit Memang Sulit, Tapi Trennya Menurun
Bank Siap Salurkan Kredit...
Bank Siap Salurkan Kredit dengan Suku Bunga Lebih Murah
Siapa Bilang Penurunan...
Siapa Bilang Penurunan Bunga Kredit Bank Lambat, OJK Buktikan Ada Progres
OJK Beberkan Kelemahan...
OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
Berita Terkini
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
2 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
16 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved