Awal Pekan, IHSG Berpotensi Lanjutkan Tren Penurunan
Senin, 16 Januari 2017 - 08:27 WIB
Awal Pekan, IHSG Berpotensi Lanjutkan Tren Penurunan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini diprediksi oleh Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada berpotensi melanjutkan tren penurunan, meski akan lebih bersifat terbatas. Seperti diketahui pada penutupan Jumat (13/1) kemarin, pasar saham Tanah Air telah kehilangan 19.77 poin atau setara dengan 0,37% ke level 5.272,98.
"Mengantisipasi sentimen yang bisa membuat IHSG lebih melemah. Sekalipun IHSG masih memiliki gap di 5.112-5.139 tapi untuk gerakan jangka pendek, IHSG akan bertahan sampai itu tidak jatuh lebih dalam," ujarnya di Jakarta, Senin (16/1/2017).
Reza menambahkan, IHSG akhir pekan lalu turun 0,37% di level 5.272,98 pada akhir sesi perdagangan. Berdasarkan poros harian dari data Bloomberg, sesi pertama dan kedua berada pada tingkat 5.260,50 dan 5.248,02.
Sementara itu, resistance sesi pertama dan kedua berada pada tingkat 5.297,94 dan 5.322,899. Berdasarkan indikator harian, menurutnya stochastic membentuk sebuah salib yang mati di zona overbought dan RSI masih di zona netral, sementara MACD masih di area positif.
Lanjut dia menerangkan sebuah penutupan hitam marubozu candle yang terdeteksi menandakan beruang masih dalam kontrol. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa indeks akan turun, mencapai antara tingkat 5.260 dan 5.248. Tren penurunan yang dibentuk oleh IHSG tampaknya akan menyentuh MA60 terlebih dahulu sebelum mencoba untuk mengangkat lagi.
Tentu saja, menurut Reza dengan asumsi bahwa daya beli akan kembali lagi ke IHSG arena. Bahkan ketika di trend turun yang menawarkan kesempatan yang baik untuk masuk ke dalam tapi itu tidak selalu memberikan sinyal ke waktu untuk membeli.
"Jadi, kami berharap bahwa sinyal waktu-ke-beli akan datang bahkan di global masih memiliki sentimen negatif dan internal masih ada kekurangan sentimen positif," paparnya.
"Mengantisipasi sentimen yang bisa membuat IHSG lebih melemah. Sekalipun IHSG masih memiliki gap di 5.112-5.139 tapi untuk gerakan jangka pendek, IHSG akan bertahan sampai itu tidak jatuh lebih dalam," ujarnya di Jakarta, Senin (16/1/2017).
Reza menambahkan, IHSG akhir pekan lalu turun 0,37% di level 5.272,98 pada akhir sesi perdagangan. Berdasarkan poros harian dari data Bloomberg, sesi pertama dan kedua berada pada tingkat 5.260,50 dan 5.248,02.
Sementara itu, resistance sesi pertama dan kedua berada pada tingkat 5.297,94 dan 5.322,899. Berdasarkan indikator harian, menurutnya stochastic membentuk sebuah salib yang mati di zona overbought dan RSI masih di zona netral, sementara MACD masih di area positif.
Lanjut dia menerangkan sebuah penutupan hitam marubozu candle yang terdeteksi menandakan beruang masih dalam kontrol. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa indeks akan turun, mencapai antara tingkat 5.260 dan 5.248. Tren penurunan yang dibentuk oleh IHSG tampaknya akan menyentuh MA60 terlebih dahulu sebelum mencoba untuk mengangkat lagi.
Tentu saja, menurut Reza dengan asumsi bahwa daya beli akan kembali lagi ke IHSG arena. Bahkan ketika di trend turun yang menawarkan kesempatan yang baik untuk masuk ke dalam tapi itu tidak selalu memberikan sinyal ke waktu untuk membeli.
"Jadi, kami berharap bahwa sinyal waktu-ke-beli akan datang bahkan di global masih memiliki sentimen negatif dan internal masih ada kekurangan sentimen positif," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :