IHSG Awal Pekan Dibuka Menghijau Saat Bursa China Jatuh
Senin, 16 Januari 2017 - 09:57 WIB
IHSG Awal Pekan Dibuka Menghijau Saat Bursa China Jatuh
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pagi hari ini dibuka menghijau ke level 5.282,57 dengan tambahan 9,58 poin atau setara dengan 0,18%. Kenaikan pasar saham Tanah Air terjadi saat mayoritas bursa Asia melemah ditambahnya anjloknya bursa saham China.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah dengan kehilangan 19,77 poin atau 0,37% ke level 5.272,98. Bursa saham Tanah Air pada akhir pekan kemarin berakhir anjlok, meski sebelumnya sempat menunjukkan tren positif pada sesi pagi hingga perdagangan siang.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp454 miliar dengan 1,08 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp5,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp70,7 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp76,2 miliar. Tercatat 103 saham menguat, 64 melemah dan 72 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik sebesar Rp925 menjadi Rp63.975, PT Indofarma Tbk. (INAF) melonjak Rp110 menjadi Rp4.010 dan PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp75 menjadi Rp8.075.
Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menyusut Rp280 menjadi Rp2,520, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) berkurang Rp175 menjadi Rp15.750 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) turun Rp125 menjadi Rp6.000.
Di sisi lain seperti dilansir dari CNBC, Senin (16/1/2017) pasar saham diuji kejatuhan pounds Inggris lebih dari 1% di tengah kekhawatiran terkait persiapan negosiasi Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE). Sementara pasar saham China menyusut ketika saham produsen airbag Takata jatuh lebih dari 8%.
Tercatat pounds Inggris telah melemah di kisaran level 1.2176 hingga 1.2036 terhadap USD pada awal perdagangan Senin pagi di Asia. Sedangkan euro mengalami kenaikan melawan pounds pada posisi 0.8824.
Indeks Nikkei Jepang mengalami pelemahan ke level 19.109,83 dengan kehilangan 177,45 poin atau 0,92% ketika beberapa saham otomotif berada di bawah tekanan. Saham produsen mobil Toyota jatuh 0,68%, Nissan berkurang sebesar 0,3 persen, hingga Honda tergelincir 0,35 persen dan produsen raksasa elektronik giantSony jatuh 0,65%.
Tekanan juga dialami pasar saham China yang di awal perdagangan memerah saat komposit Shanghai jatuh 1,1% dan komposit Shenzhen menyusut 1.479%. Index Hang Seng Hong Kong juga memperlihatkan tren negatif usai kehilangan 171.85 poin atau 0,75% ke level 22,765.53.
Di Korea Selatan, indeks Kospi tidak jauh berbeda dengan penurunan 0,47% ke level 2.067,05. Saham Samsung Electronics melemah 0,43% ketika skandal korupsi menimpa perusahaan elektronik tersebut. Sedangkan pasar saham Australia meningkat sebesar 0,47% dipimpin lonjakan sektor material 1,36%, sedangkan sektor energi turun 0,48%.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah dengan kehilangan 19,77 poin atau 0,37% ke level 5.272,98. Bursa saham Tanah Air pada akhir pekan kemarin berakhir anjlok, meski sebelumnya sempat menunjukkan tren positif pada sesi pagi hingga perdagangan siang.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp454 miliar dengan 1,08 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp5,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp70,7 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp76,2 miliar. Tercatat 103 saham menguat, 64 melemah dan 72 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik sebesar Rp925 menjadi Rp63.975, PT Indofarma Tbk. (INAF) melonjak Rp110 menjadi Rp4.010 dan PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp75 menjadi Rp8.075.
Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) menyusut Rp280 menjadi Rp2,520, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) berkurang Rp175 menjadi Rp15.750 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) turun Rp125 menjadi Rp6.000.
Di sisi lain seperti dilansir dari CNBC, Senin (16/1/2017) pasar saham diuji kejatuhan pounds Inggris lebih dari 1% di tengah kekhawatiran terkait persiapan negosiasi Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (UE). Sementara pasar saham China menyusut ketika saham produsen airbag Takata jatuh lebih dari 8%.
Tercatat pounds Inggris telah melemah di kisaran level 1.2176 hingga 1.2036 terhadap USD pada awal perdagangan Senin pagi di Asia. Sedangkan euro mengalami kenaikan melawan pounds pada posisi 0.8824.
Indeks Nikkei Jepang mengalami pelemahan ke level 19.109,83 dengan kehilangan 177,45 poin atau 0,92% ketika beberapa saham otomotif berada di bawah tekanan. Saham produsen mobil Toyota jatuh 0,68%, Nissan berkurang sebesar 0,3 persen, hingga Honda tergelincir 0,35 persen dan produsen raksasa elektronik giantSony jatuh 0,65%.
Tekanan juga dialami pasar saham China yang di awal perdagangan memerah saat komposit Shanghai jatuh 1,1% dan komposit Shenzhen menyusut 1.479%. Index Hang Seng Hong Kong juga memperlihatkan tren negatif usai kehilangan 171.85 poin atau 0,75% ke level 22,765.53.
Di Korea Selatan, indeks Kospi tidak jauh berbeda dengan penurunan 0,47% ke level 2.067,05. Saham Samsung Electronics melemah 0,43% ketika skandal korupsi menimpa perusahaan elektronik tersebut. Sedangkan pasar saham Australia meningkat sebesar 0,47% dipimpin lonjakan sektor material 1,36%, sedangkan sektor energi turun 0,48%.
(akr)
Lihat Juga :