Rupiah Awal Pekan Dibuka Ambruk, Pounds Tergelincir
Senin, 16 Januari 2017 - 10:46 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka Ambruk, Pounds Tergelincir
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka masih melemah, melanjutkan tren negatif sejak akhir pekan kemarin. Penyusutan rupiah di awal pekan terjadi saat poundsterling tergelincir ke posisi terendah dalam tiga bulan.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.354/USD. Posisi ini jauh melemah dibanding posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.308/USD.
Menurut data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka di posisi Rp13.352/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.338/USD. Mata uang Garuda sendiri hari ini bergerak dengan di kisaran level Rp13.319-Rp13.377/USD.
Posisi rupiah pagi ini pada data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan kejatuhan di posisi Rp13.340/USD. Kondisi rupiah terlihat rapuh dan sulit bangkit jika dibandingkan penutupan Jumat kemarin pada level Rp13.335/USD.
Sementara data Yahoo Finance pada perdagangan pagi ini dibuka di level Rp13.329/USD atau melemah dari akhir kemarin di level Rp13.320/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran level Rp13.298-Rp13.364/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/1/2017) poundsterling tenggelam cukup dalam ke posisi terendah dalam perdagangan awal Asia hari ini, setelah laporan media menyatakan pemerintah Inggris siap bernegosiasi keluar dari Uni Eropa (UE). Kondisi tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran investor terkait dampak Brexit ke depannya.
Pounds mencuri sorotan dari USD yang belakangan di bawah tekanan, saat investor masih menanti kepastian kebijakan ekonomi AS di bawah pimpinan Donald Trump yang dijadwalkan bakal dilantik pekan. Tercatat Pounds turun cukup dalam ke level 1.1983 terhadap USD sejak awal Oktober, lalu.
Pasar diyakini bereaksi terhadap pernyataan bahwa Menteri Inggris Theresa May memberikan sinyal bersedia keluar dari single markets UE untuk mendapatkan kendali kembali pada perbatasan di Britania Raya. Sedangkan investor mencemaskan keputusan tersebut bakal menekan ekspor Inggris mendorong keluar investasi asing.
Euro mengalami kenaikan 0,9% di level 0.8827 melawan pounds dan yen cukup perkasa terhadap mata uang Inggris saat pounds jatuh 1,4% terhadap yen ke level 137.65. Di sisi lain yen melemah terhadap USD sebesar 0,2% menjadi 114.30.
Didukung oleh pelemahan Pounds, indeks dolar, yang pengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya bertambah 0,2% di level 101.39. Euro turun sebesar 0,1% terhadap USD ke level 1.0629.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.354/USD. Posisi ini jauh melemah dibanding posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.308/USD.
Menurut data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka di posisi Rp13.352/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.338/USD. Mata uang Garuda sendiri hari ini bergerak dengan di kisaran level Rp13.319-Rp13.377/USD.
Posisi rupiah pagi ini pada data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan kejatuhan di posisi Rp13.340/USD. Kondisi rupiah terlihat rapuh dan sulit bangkit jika dibandingkan penutupan Jumat kemarin pada level Rp13.335/USD.
Sementara data Yahoo Finance pada perdagangan pagi ini dibuka di level Rp13.329/USD atau melemah dari akhir kemarin di level Rp13.320/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran level Rp13.298-Rp13.364/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/1/2017) poundsterling tenggelam cukup dalam ke posisi terendah dalam perdagangan awal Asia hari ini, setelah laporan media menyatakan pemerintah Inggris siap bernegosiasi keluar dari Uni Eropa (UE). Kondisi tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran investor terkait dampak Brexit ke depannya.
Pounds mencuri sorotan dari USD yang belakangan di bawah tekanan, saat investor masih menanti kepastian kebijakan ekonomi AS di bawah pimpinan Donald Trump yang dijadwalkan bakal dilantik pekan. Tercatat Pounds turun cukup dalam ke level 1.1983 terhadap USD sejak awal Oktober, lalu.
Pasar diyakini bereaksi terhadap pernyataan bahwa Menteri Inggris Theresa May memberikan sinyal bersedia keluar dari single markets UE untuk mendapatkan kendali kembali pada perbatasan di Britania Raya. Sedangkan investor mencemaskan keputusan tersebut bakal menekan ekspor Inggris mendorong keluar investasi asing.
Euro mengalami kenaikan 0,9% di level 0.8827 melawan pounds dan yen cukup perkasa terhadap mata uang Inggris saat pounds jatuh 1,4% terhadap yen ke level 137.65. Di sisi lain yen melemah terhadap USD sebesar 0,2% menjadi 114.30.
Didukung oleh pelemahan Pounds, indeks dolar, yang pengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya bertambah 0,2% di level 101.39. Euro turun sebesar 0,1% terhadap USD ke level 1.0629.
(akr)