IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.271, Bursa Asia Mixed

Selasa, 17 Januari 2017 - 09:47 WIB
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.271, Bursa Asia Mixed
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pagi, Selasa (17/1/2017) dibuka menguat ke level 5.271,05 dengan tambahan 1,04 poin atau setara dengan 0,02%. Kenaikan pasar saham Tanah Air terjadi saat mayoritas bursa Asia masih melemah.

Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun pada level 5.270,01 dengan pelemahan 2,97 poin atau setara dengan 0,06% saat mayoritas bursa Asia juga menyusut. Di sisi lain pada hari ini sektor saham dalam negeri pagi ini terlihat berada dalam jalur positif dipimpin kenaikan sektor industri dasar 0.28, dan yang melemah sektor pertambahan 0,08%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp62 miliar dengan 186 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,11 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp12,5 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp11,3 miliar. Tercatat 69 saham menguat, 35 melemah dan 84 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) bertambah Rp100 menjadi Rp6.150, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) meningkat Rp50 menjadi Rp63.250 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) naik Rp50 menjadi Rp7.850.

Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. (CANI) menyusut Rp150 menjadi Rp650, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berkurang Rp25 menjadi Rp1.855 dan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) turun Rp25 menjadi Rp720.

Seperti dilansir dari CNBC, Selasa (17/1/2017) pasar saham Asia mayoritas masih melemah, ketika kecenderungan investor lebih berhati-hati sebelum pidato Perdana Menteri Inggris Theresa May terkait rencana Brexit serta pelantikan Presiden AS Donald Trump di Amerika Serikat pada akhir pekan ini.

Tercatat indeks Nikkei Jepang melemah 0,98%, sedangkan indeks Topix tergelincir 1,06%. Eksportir utama Jepang masih berada di bawah tekanan saat yen relatif masih menguat. Beberapa saham perusahaan otomotif asal Jepang terlihat tidak bertahan seperti saham Toyota turun 0,79%, Nissan berkurang 0,61% dan Honda menyusut 1,45%, sedangkan perusahaan elektronik Sharp jatuh 4.36%.

Di seberang selat Korea, indeks Kospi naik 0,56% atau setara dengan 11,64 poin ke level 2.075,81. Bursa saham Korea ditopang saham Samsung Group yang meningkat di antaranya Samsung Electronics naik 1,3%, Samsung SDI cenderung mendatar sedangkan Samsung C&T turun 0,8 persen. Pelemahan juga terjadi pada pasar saham Australia yang melemah 0,74% dalam perdagangan pagi, dengan kebanyakan sektor lebih rendah.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
11 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
52 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved