Bisikan Bank Dunia untuk Tingkatkan Mutu Belanja Pemerintah

Selasa, 17 Januari 2017 - 11:52 WIB
Bisikan Bank Dunia untuk...
Bisikan Bank Dunia untuk Tingkatkan Mutu Belanja Pemerintah
A A A
JAKARTA - Berdasarkan laporan World Bank (Bank Dunia), ada dua aksi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu belanja pemerintah Indonesia. Pertama, realokasi belanja ke sektor-sektor prioritas dengan tingkat belanja yang masih rendah dan bisa membawa dampak terbesar terhadap pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan.

(Baca: Bank Dunia: Reformasi Kebijakan Fiskal Tingkatkan Ekonomi RI)

Sektor-sektor tersebut termasuk infrastruktur, kesehatan, dan bantuan sosial. Kedua, memaksimalkan dampak belanja di semua sektor termasuk pertanian, pendidikan, dan bantuan sosial.

Laporan ini juga mengangkat Indonesia dalam peringkat Ease of Doing Business (EODB) Bank Dunia menjadi peringkat 91 pada akhir 2016 dari sebelumnya di peringkat 106.

"Ini menjadikan Indonesia salah satu dari 10 negara dengan tingkat kenaikan terbesar yang secara khusus tercapai karena membukukan reformasi untuk mempermudah memulai sebuah usaha, memperoleh sambungan listrik, dan membayar pajak," ujar Acting Lead Economist Hans Anand Beck di Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Hans menuturkan, proyeksi pertumbuhan Indonesia oleh Bank Dunia tidak berubah dari laporan yang dikeluarkan pada Oktober tahun lalu. Saat itu diperkirakan perekonomian nasional tumbuh di angka 5,1% untuk 2016 dan 5,3% untuk 2017.

Kemudian, lanjut dia, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,0% tahun ke tahun pada kuartal ketiga 2016. Proyeksi itu sedikit turun dari kuartal kedua sebesar 5,2%.

"Reformasi iklim investasi pemerintah telah mempermudah memulai dan menjalankan sebuah usaha. Tetapi agar investasi swasta bertambah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, para pembuat kebijakan perlu bertindak sekarang terkait reformasi struktural jangka menengah," ujar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Belanja Pemerintah Seret...
Belanja Pemerintah Seret Bikin Ekonomi RI Kontraksi, Pengamat Ungkap Masalahnya
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
IMF Ramal Ekonomi RI...
IMF Ramal Ekonomi RI Mentok 5,1%, Ekonom: Penerimaan Seret, Pengeluaran Jor-joran
Bank Dunia Yakin Roda...
Bank Dunia Yakin Roda Ekonomi RI Bergulir Lagi Agustus Nanti
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Titel Negara Berpendapatan...
Titel Negara Berpendapatan Menengah Atas Jadi Tantangan RI
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
35 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved