IHSG Ditutup Balik Melemah, Bursa Jepang Jatuh
Selasa, 17 Januari 2017 - 16:52 WIB
IHSG Ditutup Balik Melemah, Bursa Jepang Jatuh
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melemah, usai kehilangan 3,07 poin atau 0,06% ke level 5.266,94, setelah pada pembukaan dan sesi I bertahan di zona hijau. Bursa saham Tanah Air balik menyusut mengiringi kejatuhan bursa saham Jepang.
Pada pembukaan pagi tadi, IHSG sempat dibuka positif pada level 5.271,05 atau bertambah 1,04 poin untuk kemudian menjaga tren penguatan hingga sesi siang dengan tambahan 11,55 poin atau 0,22% ke level 5.281,56. Sedangkan pasar saham dalam negeri kemarin berakhir melemah menjadi 5.270,01 dengan kehilangan 2,97 poin atau 0,06%.
Sektor saham pada perdagangan sore, justru bergerak mixed saat sektor dengan pelemahan terdalam menimpa konsumen yang berkurang 0,59% diikuti penurunan sektor perdagangan sebesar 0,55%. Hasil positif dicetak oleh aneka industri yang bertambah 0,87%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp4,67 triliun dengan 10,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp114,0 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,29 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,18 triliun. Tercatat 167 saham menguat, 154 melemah dan 109 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) meningkat Rp250 menjadi Rp2.100, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp75 menjadi Rp8.050 dan PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) melonjak Rp72 menjadi Rp364.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang garam Tbk (GGRM) menyusut Rp700 menjadi Rp62.500, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) berkurang Rp72 menjadi Rp248 serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) turun Rp30 menjadi Rp2.670.
Di sisi lain seperti dikutip dari CNBC, Selasa (17/1/2017) pasar saham Asia berakhir mixed seiring ketidakpastian yang datang dari negosiasi Brexit serta kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump. Kejatuhan terdalam dialami Nikkei Jepang yang ditutup dengan kehilangan 281,71 poin atau 1,48% di level 18.813,53.
Penguatan Yen membuat eksportir utama Jepang berada di bawah tekenan. Saham dari produsen mobil Toyota ditutup turun 1,58%, Nissan berkurang 1,04% dan Honda mendatar 2,67%, sedangkan produsen elektronik ternama yakni Sharp jatuh 2,68%.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi justru menghijau dengan tambahan 7,70 poin atau 0,37% ke level 2.071,87. Saham Samsung Group terlihat stabil saat Samsung Electronics naik 0,85% diikuti lonjakan Samsung SDI 0,4% dan Samsung C T melemah 2%.
Hasil positif juga dicetak bursa saham daratan China ketika komposit Shanghai bertambah 5,35 poin atau 0,17% ke level 3.108,77. Sedangkan bursa saham Australia berkurang 49,04 poin atau 0,85%, di level 5.699,40 dalam perdagangan sore ketika mayoritas sektor berakhir lebih rendah.
Pada pembukaan pagi tadi, IHSG sempat dibuka positif pada level 5.271,05 atau bertambah 1,04 poin untuk kemudian menjaga tren penguatan hingga sesi siang dengan tambahan 11,55 poin atau 0,22% ke level 5.281,56. Sedangkan pasar saham dalam negeri kemarin berakhir melemah menjadi 5.270,01 dengan kehilangan 2,97 poin atau 0,06%.
Sektor saham pada perdagangan sore, justru bergerak mixed saat sektor dengan pelemahan terdalam menimpa konsumen yang berkurang 0,59% diikuti penurunan sektor perdagangan sebesar 0,55%. Hasil positif dicetak oleh aneka industri yang bertambah 0,87%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp4,67 triliun dengan 10,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp114,0 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,29 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,18 triliun. Tercatat 167 saham menguat, 154 melemah dan 109 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) meningkat Rp250 menjadi Rp2.100, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp75 menjadi Rp8.050 dan PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) melonjak Rp72 menjadi Rp364.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang garam Tbk (GGRM) menyusut Rp700 menjadi Rp62.500, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) berkurang Rp72 menjadi Rp248 serta PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) turun Rp30 menjadi Rp2.670.
Di sisi lain seperti dikutip dari CNBC, Selasa (17/1/2017) pasar saham Asia berakhir mixed seiring ketidakpastian yang datang dari negosiasi Brexit serta kebijakan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump. Kejatuhan terdalam dialami Nikkei Jepang yang ditutup dengan kehilangan 281,71 poin atau 1,48% di level 18.813,53.
Penguatan Yen membuat eksportir utama Jepang berada di bawah tekenan. Saham dari produsen mobil Toyota ditutup turun 1,58%, Nissan berkurang 1,04% dan Honda mendatar 2,67%, sedangkan produsen elektronik ternama yakni Sharp jatuh 2,68%.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi justru menghijau dengan tambahan 7,70 poin atau 0,37% ke level 2.071,87. Saham Samsung Group terlihat stabil saat Samsung Electronics naik 0,85% diikuti lonjakan Samsung SDI 0,4% dan Samsung C T melemah 2%.
Hasil positif juga dicetak bursa saham daratan China ketika komposit Shanghai bertambah 5,35 poin atau 0,17% ke level 3.108,77. Sedangkan bursa saham Australia berkurang 49,04 poin atau 0,85%, di level 5.699,40 dalam perdagangan sore ketika mayoritas sektor berakhir lebih rendah.
(akr)
Lihat Juga :