Rupiah Dibuka Perkasa, USD Dekati Posisi Terburuk Enam Pekan
Rabu, 18 Januari 2017 - 10:22 WIB
Rupiah Dibuka Perkasa, USD Dekati Posisi Terburuk Enam Pekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka perkasa, memanfaatkan pelemahan mata uang Negeri Paman Sam terimbas komentar Presiden AS terpilih Donald Trump. Pengusaha eksentrik tersebut mengatakan kuatnya greenback dolar telah mengakibatkan penurunan daya saing negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.328/USD. Posisi ini menguat dibanding posisi kemarin di level Rp13.381/USD.
Data Bloomberg pagi ini rupiah juga menunjukkan tren positif pada level Rp13.323/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.333/USD. Posisi rupiah dalam pergerakannya bahwa sempat mencoba menjauh dengan kisaran harian Rp13.309-Rp13.341/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan pagi ini berada di level Rp13.300/USD. Mata uang Garuda terlihat melonjak cukup besar dengan penguatan sebesar 50 poin dibandingkan penutupan kemarin Rp13.350/USD dengan pergerakan hari ini di kisaran level Rp13.293-Rp13.350/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga menunjukkan peningkatan dengan berada di level Rp13.325/USD. Posisi ini jauh lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.370/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Rabu (18/1/2017) indeks USD melemah cukup dalam tertekan pernyataan Presiden AS terpilih Donald Trump, yang dalam komentarnya memperlihatkan keprihatinan atas kekuatan mata uang. Sedangkan pounds yang sempat membaik kembali tergelincir masih dipengaruhi proses negosiasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama berdiri di level 100.41 setelah jatuh ke posisi 100.26 pada Selasa, kemarin atau menjadi yang terendah sejak 8 Desember. Meski masih berada dalam jalur negatif di level terendah, USD terhadap yen masih menguat tipis 0,2% ke level 112.79 setelah sebelumnya anjlok ke posisi terburuk enam pekan 112.60.
Euro mengalami sedikt perubahan melawan USD di level 1.07064, lebih rendah dari sebelumnya 1.07195. Selanjutnya poundsterling yang tergelincir 0,3% ke posisi 1.2382 terhadap USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.328/USD. Posisi ini menguat dibanding posisi kemarin di level Rp13.381/USD.
Data Bloomberg pagi ini rupiah juga menunjukkan tren positif pada level Rp13.323/USD atau lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.333/USD. Posisi rupiah dalam pergerakannya bahwa sempat mencoba menjauh dengan kisaran harian Rp13.309-Rp13.341/USD.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan pagi ini berada di level Rp13.300/USD. Mata uang Garuda terlihat melonjak cukup besar dengan penguatan sebesar 50 poin dibandingkan penutupan kemarin Rp13.350/USD dengan pergerakan hari ini di kisaran level Rp13.293-Rp13.350/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga menunjukkan peningkatan dengan berada di level Rp13.325/USD. Posisi ini jauh lebih baik dari penutupan kemarin di level Rp13.370/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Rabu (18/1/2017) indeks USD melemah cukup dalam tertekan pernyataan Presiden AS terpilih Donald Trump, yang dalam komentarnya memperlihatkan keprihatinan atas kekuatan mata uang. Sedangkan pounds yang sempat membaik kembali tergelincir masih dipengaruhi proses negosiasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa alias Brexit.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama berdiri di level 100.41 setelah jatuh ke posisi 100.26 pada Selasa, kemarin atau menjadi yang terendah sejak 8 Desember. Meski masih berada dalam jalur negatif di level terendah, USD terhadap yen masih menguat tipis 0,2% ke level 112.79 setelah sebelumnya anjlok ke posisi terburuk enam pekan 112.60.
Euro mengalami sedikt perubahan melawan USD di level 1.07064, lebih rendah dari sebelumnya 1.07195. Selanjutnya poundsterling yang tergelincir 0,3% ke posisi 1.2382 terhadap USD.
(akr)