Rupiah dan IHSG Siang Kompak Jaga Tren Penguatan
Rabu, 18 Januari 2017 - 12:56 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Kompak Jaga Tren Penguatan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini masih menjaga tren penguatan, setelah pagi tadi dibuka melesat. Pulihnya mata uang Garuda mengiringi kokohnya IHSG pada zona hijau.
Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah berada pada level Rp13.327/USD atau mulai membaik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.333/USD . Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah berada pada kisaran level Rp13.309-Rp13.341/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I berada di level Rp13.325/USD atau lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.350/USD. Rupiah pada tengah pekan hari ini bergerak dengan kisaran Rp13.293-Rp13.350/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.328/USD. Posisi ini melesat dibanding posisi kemarin di level Rp13.381/USD.
(Baca Juga: IHSG Dibuka Kembali ke Zona Hijau, Bursa Asia Mixed)
Di sisi lain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini masih bertahan di zona hijau alias naik 16,88 poin atau 0,32% ke level 5.283,82 setelah tadi pagi dibuka menguat ke level 5.279,17 dengan tambahan 12,23 poin atau 0,23%. Sementara IHSG kemarin ditutup melemah, usai kehilangan 3,07 poin atau 0,06% ke level 5.266,94.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah perkebunan yang naik 1,84% dan sektor yang melemah terdalam adalah perdagangan dengan turun tipis 0,09%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp2,98 triliun dengan 7,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp47,32 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp739,0 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp786,3 miliar. Tercatat 179 saham menguat, 100 melemah dan 121 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) dan PT Metro Realty Tbk. (MTSM). Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) serta PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET).
Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah berada pada level Rp13.327/USD atau mulai membaik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.333/USD . Siang ini data Bloomberg mencatat rupiah berada pada kisaran level Rp13.309-Rp13.341/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah sesi I berada di level Rp13.325/USD atau lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.350/USD. Rupiah pada tengah pekan hari ini bergerak dengan kisaran Rp13.293-Rp13.350/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.328/USD. Posisi ini melesat dibanding posisi kemarin di level Rp13.381/USD.
(Baca Juga: IHSG Dibuka Kembali ke Zona Hijau, Bursa Asia Mixed)
Di sisi lain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini masih bertahan di zona hijau alias naik 16,88 poin atau 0,32% ke level 5.283,82 setelah tadi pagi dibuka menguat ke level 5.279,17 dengan tambahan 12,23 poin atau 0,23%. Sementara IHSG kemarin ditutup melemah, usai kehilangan 3,07 poin atau 0,06% ke level 5.266,94.
Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah perkebunan yang naik 1,84% dan sektor yang melemah terdalam adalah perdagangan dengan turun tipis 0,09%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp2,98 triliun dengan 7,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp47,32 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp739,0 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp786,3 miliar. Tercatat 179 saham menguat, 100 melemah dan 121 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) dan PT Metro Realty Tbk. (MTSM). Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) serta PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET).
(akr)
Lihat Juga :