IHSG Berakhir Bertambah 20,04 Poin, Bursa Jepang Membaik
Rabu, 18 Januari 2017 - 16:57 WIB
IHSG Berakhir Bertambah 20,04 Poin, Bursa Jepang Membaik
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan hari ini berakhir menguat di level 5.286,98 atau bertambah 20,04 poin yang setara dengan 0,38%. Bursa saham Tanah Air sukses menjaga tren positif sejak sesi pembukaan saat mayoritas bursa Asia berakhir mixed, sedangkan bursa Jepang mulai membaik pada perdagangan sore.
Pada sesi pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG dibuka naik 12,23 poin atau 0,23% ke level 5.279,17 dan pada sesi I masih melanjutkan tren penguatan di level 5.283,82 atau meningkat 16,88 poin. Sedangkan pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah, usai kehilangan 3,07 poin atau 0,06% ke level 5.266,94.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan sore mayoritas masih menunjukkan penguatan dipimpin kenaikan tertinggi pada sektor perkebunan 1,78% diikuti aneka industri melonjak 0,97%. Sementara sektor perdagangan menjadi satu-satunya yang melemah dengan penurunan sebesar 0,11%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,26 triliun dengan 15,13 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp63,15 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,67 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,73 triliun. Tercatat 194 saham menguat, 120 melemah dan 125 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT PT Gudang garam Tbk (GGRM) naik Rp500 menjadi Rp63.000, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) bertambah Rp100 menjadi Rp7.000 serta PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) melonjak Rp100 menjadi Rp6.600.
Selanjutnya saham-saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp225 menjadi Rp14.700, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) berkurang Rp175 menjadi Rp5.525 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menyusut Rp125 menjadi Rp5.175.
Seperti dikutip dari CNBC, Rabu (18/1/2017) pasar saham Asia berakhir lebih tinggi di tengah kejatuhan dolar Amerika Serikat (USD) terimbas komentar Presiden AS Donald Trump yang menyatakan penguatan mata uang dolar telah menurunkan daya saing AS. Di Jepang, indeks Nikkei berakhir naik 80,84 poin atau 0,43% ke level 18.894,37 ketika saham berorientasi ekspor mendapatkan dorongan dari pelemahan yen.
Eksportir utama asal Jepang sebagian besar lebih tinggi, saat saham Toyota meningkat 0,25%, Nissan melompat 1,27% dan Honda bertambah 1,49%. Di sisi lain produsen produk elektronik Sharp merosot 2,41% saat saham Toshiba melesat 2,38%.
Di seberang selat Korea Selatan, indeks Kospi ditutup mendatar pada level 2.070.54 ketika saham Samsung Electronics berakhir turun 0,1%. Pasar utama Australia juga berkurang 20,66 poin atau 0,36% di level 5.678,75. Pada daratan China, indek Shanghai menguat 4,24 poin atau 0.14% ke level 3.113,01.
Pada sesi pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG dibuka naik 12,23 poin atau 0,23% ke level 5.279,17 dan pada sesi I masih melanjutkan tren penguatan di level 5.283,82 atau meningkat 16,88 poin. Sedangkan pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah, usai kehilangan 3,07 poin atau 0,06% ke level 5.266,94.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan sore mayoritas masih menunjukkan penguatan dipimpin kenaikan tertinggi pada sektor perkebunan 1,78% diikuti aneka industri melonjak 0,97%. Sementara sektor perdagangan menjadi satu-satunya yang melemah dengan penurunan sebesar 0,11%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,26 triliun dengan 15,13 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp63,15 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,67 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,73 triliun. Tercatat 194 saham menguat, 120 melemah dan 125 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT PT Gudang garam Tbk (GGRM) naik Rp500 menjadi Rp63.000, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) bertambah Rp100 menjadi Rp7.000 serta PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) melonjak Rp100 menjadi Rp6.600.
Selanjutnya saham-saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp225 menjadi Rp14.700, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) berkurang Rp175 menjadi Rp5.525 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menyusut Rp125 menjadi Rp5.175.
Seperti dikutip dari CNBC, Rabu (18/1/2017) pasar saham Asia berakhir lebih tinggi di tengah kejatuhan dolar Amerika Serikat (USD) terimbas komentar Presiden AS Donald Trump yang menyatakan penguatan mata uang dolar telah menurunkan daya saing AS. Di Jepang, indeks Nikkei berakhir naik 80,84 poin atau 0,43% ke level 18.894,37 ketika saham berorientasi ekspor mendapatkan dorongan dari pelemahan yen.
Eksportir utama asal Jepang sebagian besar lebih tinggi, saat saham Toyota meningkat 0,25%, Nissan melompat 1,27% dan Honda bertambah 1,49%. Di sisi lain produsen produk elektronik Sharp merosot 2,41% saat saham Toshiba melesat 2,38%.
Di seberang selat Korea Selatan, indeks Kospi ditutup mendatar pada level 2.070.54 ketika saham Samsung Electronics berakhir turun 0,1%. Pasar utama Australia juga berkurang 20,66 poin atau 0,36% di level 5.678,75. Pada daratan China, indek Shanghai menguat 4,24 poin atau 0.14% ke level 3.113,01.
(akr)
Lihat Juga :