Rupiah Dibuka Merosot Saat USD Kembali Stabil

Kamis, 19 Januari 2017 - 10:29 WIB
Rupiah Dibuka Merosot...
Rupiah Dibuka Merosot Saat USD Kembali Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini, dibuka kembali merosot setelah kemarin sempat melesat di sesi pagi. Penyusutan rupiah hari ini yang berada di kisaran level Rp13.370/USD, terjadi saat USD mulai kembali stabil setelah komentar Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Janet Yellen yang menerangkan suku bunga kemungkinan naik cepat tahun ini.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.376/USD. Posisi ini jauh melemah sebesar 48 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.328/USD.

Menurut data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka di posisi Rp13.373/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.347/USD. Mata uang Garuda sendiri hari ini bergerak dengan di kisaran level Rp13.361-Rp13.384/USD.

Posisi rupiah pagi ini pada data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan kejatuhan di posisi Rp13.377/USD. Kondisi rupiah terlihat tak berdaya dan mulai tertekan jika dibandingkan penutupan kemarin Rp13.355/USD.

Sementara data Yahoo Finance pada perdagangan pagi ini dibuka di level Rp13.340/USD atau turun tipis dari kemarin di level Rp13.330/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran level Rp13.338-Rp13.380/USD.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (19/1/2017) dolar AS atau USD mencetak keuntungan melawan rival utamanya pada perdagangan hari ini setelah mencetak rebound tajam semalam terimbas komentar Gubernur The Fed Janet Yellen yang menyarankan suku bunga AS bisa dinaikkan cepat tahun ini. USD balik meningkat menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump.

Greenback yang mengukur USD sedikit berubah pada posisi 114.670 terhadap yen. Sebelumnya mata uang AS mencetak rallum saat merosot ke level terendah dalam tujuh pekan di level 112.570. Pounds telah melompat 3% pada Selasa kemarin di atas level 1,2400 terhadap USD dan pada hari ini diperdagangkan pada level 1.2277.

Di sisi lain euro terlihat mendatar terhadap USD pada posisi 1.0638 setelah jatuh 0,8% hari sebelumnya. Indeks dolar terhadap beberapa mata uang utama meningkat 0,3% di level 101.250. Naik ke puncak 103.82 pada awal Januari sebelum pergi ke poisisi terendah 100.260 pada Selasa. Sedangkan dolar Australia bertambah 0,1% di level 0.7514 ketika hari sebelumnya tergelincir 0,8%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
2 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved