BPCB dan UNESCO Kembangkan Motif Batik Candi

Jum'at, 20 Januari 2017 - 00:20 WIB
BPCB dan UNESCO Kembangkan...
BPCB dan UNESCO Kembangkan Motif Batik Candi
A A A
SLEMAN - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) bekerja sama dengan UNESCO terus berupaya melestarikan benda cagar budaya yang mereka miliki. Mereka berusaha mereinkarnasi candi-candi yang mereka kelola dan jaga dalam bentuk berbeda. Tidak sekadar menjaga agar tidak menjadi sasaran tangan jahil tetapi juga menuangkan dalam hal yang berbeda.

Kasubag Tata Usaha BPCB Daerah Istimewa Yogyakarta, Arie Setyastuti mengungkapkan, saat ini pihaknya memang tengah melakukan pemberdayaan terhadap warga yang tinggal di seputaran candi. Masing-masing Candi Ijo, Candi Boko, Candi Sojiwan dan juga Candi Prambanan. Dengan menggandeng beberapa lembaga termasuk diantaranya UNESCO, mereka berusaha menuangkan relief candi ke dalam media yang berbeda.

"Puluhan motif relief candi kami tuangkan menjadi batik," tuturnya saat peluncuran showroom batik jumputan Candi Ijo, Kamis (19/1/2017).

Tiga desa masing-masing Sambirejo, Bokoharjo dan Tirtomartani coba mereka berdayakan melalui batik jumputan. Motif yang banyak mereka terapkan adalah relief candi yang berada di desa masing-masing. Relief mahkota, tokoh legenda ataupun relief yang lain coba mereka aplikasikan ke dalam motif batik.

Menurutnya, reinkarnasi relief ke dalam batik memang bagian dari upaya mereka melaksanakan pelestarian candi. Karena pelestarian tak sekadar menjaga, tetapi juga mendistribusikan atau mensosialisasikan relief yang mengandung cerita candi ke masyarakat yang lebih luas. Dengan semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami relief candi, maka sejarah akan terjaga.

Head of Culture UNESCO Jakarta, Bernards Zako menandaskan UNESCO memang berkomitmen untuk melakukan pelestarian benda cagar budaya dan juga batik yang sudah mereka akui sebagai warisan budaya. Salah satunya adalah melalui pemberdayaan masyarakat sekitar candi. Selain untuk mempertahankan benda cagar budaya juga untuk memberi manfaat lebih bagi masyarakat di seputaran candi.

"Agar jangan sampai yang merasakan manfaat candi hanyalah pengelola candi semata tetapi juga masyarakat luas," ujarnya.

Melalui beberapa pelatihan dan juga pendampingan, mereka akhirnya mampu melakukan pemberdayaan produksi batik motif relief candi. Sejak setahun terakhir, nilai ekonomi dari produksi batik jumputan yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga seputaran candi Ijo, Sojiwan dan Borobudur mulai dirasakan.

Ia menyebutkan, dalam setahun terakhir omzet rata-rata para ibu rumah tangga sudah mencapai Rp20 juta. Sebuah manfaat yang sudah dirasakan ibu rumah tangga setelah mereka ikutkan dalam pameran ataupun eksebisi lainnya. Ke depan, ia berharap akan semakin banyak masyarakat seputaran candi yang terlibat dalam produksi batik jumputan ini. "Kami turut bangga dengan hasil kerja keras ibu rumah tangga di seputaran candi ini," ujarnya.

Ketua kelompok Batik Jumputan Candi Ijo, Muryani mengakui sejak mereka menggeluti kerajinan batik ini, perekonomian keluarga mereka menjadi terangkat. Bahkan penghasilan ibu-ibu rumah tangga tersebut sudah mampu menjadi penopang ekonomi keluarga. Ibu rumah tangga yang berasal dari golongan ekonomi lemah kini sudah mulai menggeliat dan mampu lebih mandiri.

"Empat motif batik yang kami buat adalah Cempaka, Kala, Mutiara Muntah dan Mahkota menjadi motif andalan kami," paparnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Batik Tulis Pamekasan...
Batik Tulis Pamekasan Menuju Kancah Dunia, Sandiaga: Bangga!
Intip Kreatifitas Perajin...
Intip Kreatifitas Perajin Batik Kontemporer Asal Yogyakarta
Perjalanan Batik Lasem...
Perjalanan Batik Lasem ke Era Modern lewat Ekonomi Kreatif
Penghuni Lapas Berhasil...
Penghuni Lapas Berhasil Jual Batik Otentik Hingga Laris Jutaan Rupiah
Rembang Fashion Parade...
Rembang Fashion Parade Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Kreatif
UMKM Jadi Salah Satu...
UMKM Jadi Salah Satu Penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
13 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
23 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
39 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
40 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
50 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved