IHSG Akhir Pekan Memerah, Bursa Asia Dibuka Mixed
Jum'at, 20 Januari 2017 - 09:37 WIB
IHSG Akhir Pekan Memerah, Bursa Asia Dibuka Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah ke level 5.288,47 dengan kehilangan 10,48 poin atau 0,20%. Merosotnya pasar saham Tanah Air terjadi saat bursa Asia pagi ini mixed, Nikkei naik 0,4% dan Kospi tergelincir 0,2%.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup menguat 4,16 poin atau 0,08% ke level 5.298,95. Pada hari ini sektor saham dalam negeri terlihat berada dalam jalur negatif dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur sebesar 1.17% dan aneka industri 0,54%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp399 miliar dengan 1,74 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp28,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp88,03 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp59,45 miliar. Tercatat 76 saham menguat, 104 melemah dan 103 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp180 menjadi Rp3.190, PT Indofarma Tbk. (INAF) melompat Rp40 menjadi Rp3.540 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah Rp25 menjadi Rp5.475.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) berkurang Rp175 menjadi Rp14.725, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menyusut Rp50 menjadi Rp6.350 dan PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp50 menjadi Rp8.100.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (20/1/2017) pasar saham Asia dibuka mixed pada perdagangan akhir pekan, setelah bursa saham AS jatuh jelang peresmian Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Di sisi lain investor juga menanti laporan PDB Cina, produksi industri dan penjualan eceran.
Tercatat indeks Nikkei Jepang mengawali hari ini dengan negatif pada level 19.066,09 atau melemah sebesar 6,16 poin yang setara dengan 0,03%. Pelemahan juga terlihat pada saham utama Australia yang turun 0,58% terseret pelemahan sektor materials dan keuangan.
Di seberang selat Korea Selatan, indeks Kospi juga menyusut sebesar 2,92 poin atau 0,14% ke level 2,069.68. Sementara pada bursa saham daratan China meraih hasil poisitif saat komposit Shanghai menghijau ke level 3.108,76 lewat kenaikan sebesar 7,46 poin atau 0,24% saat indeks Hang Seng justru kehilangan 159,81 poin atau 0,69% menjadi 22.890.15.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup menguat 4,16 poin atau 0,08% ke level 5.298,95. Pada hari ini sektor saham dalam negeri terlihat berada dalam jalur negatif dipimpin kejatuhan sektor infrastruktur sebesar 1.17% dan aneka industri 0,54%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp399 miliar dengan 1,74 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp28,57 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp88,03 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp59,45 miliar. Tercatat 76 saham menguat, 104 melemah dan 103 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) meningkat Rp180 menjadi Rp3.190, PT Indofarma Tbk. (INAF) melompat Rp40 menjadi Rp3.540 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah Rp25 menjadi Rp5.475.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) berkurang Rp175 menjadi Rp14.725, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menyusut Rp50 menjadi Rp6.350 dan PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp50 menjadi Rp8.100.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (20/1/2017) pasar saham Asia dibuka mixed pada perdagangan akhir pekan, setelah bursa saham AS jatuh jelang peresmian Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Di sisi lain investor juga menanti laporan PDB Cina, produksi industri dan penjualan eceran.
Tercatat indeks Nikkei Jepang mengawali hari ini dengan negatif pada level 19.066,09 atau melemah sebesar 6,16 poin yang setara dengan 0,03%. Pelemahan juga terlihat pada saham utama Australia yang turun 0,58% terseret pelemahan sektor materials dan keuangan.
Di seberang selat Korea Selatan, indeks Kospi juga menyusut sebesar 2,92 poin atau 0,14% ke level 2,069.68. Sementara pada bursa saham daratan China meraih hasil poisitif saat komposit Shanghai menghijau ke level 3.108,76 lewat kenaikan sebesar 7,46 poin atau 0,24% saat indeks Hang Seng justru kehilangan 159,81 poin atau 0,69% menjadi 22.890.15.
(akr)
Lihat Juga :