Pasar Menunggu 100 Hari Pertama Donald Trump

Sabtu, 21 Januari 2017 - 01:41 WIB
Pasar Menunggu 100 Hari...
Pasar Menunggu 100 Hari Pertama Donald Trump
A A A
WASHINGTON - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street telah memberikan sambutan hangat atas inagurasi Presiden ke-45 AS Donald John Trump. Dan Wall Street kini sedang menunggu kebijakan 100 hari pertama Trump berkantor di Gedung Putih.

Mengutip dari CNBC, Jumat (20/1/2017), waktu sebanyak tiga bulan lebih itu merupakan masa bulan madu bagi Trump dan Kongres AS untuk mengatur nada terhadap kebijakan publik dan ekonomi bagi rakyat AS di masa datang.

Trump dalam sumpah jabatan yang disaksikan Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts, mengatakan ia akan mengedepankan masyarakat dan bangsa Amerika dengan slogan “America First”.

“Selama ini laki-laki dan wanita di negara ini telah dilupakan. Sekarang kalian tidak pernah akan diabaikan lagi,” ujar Trump setelah mengambil sumpah jabatan. Ia pun berjanji membuat Amerika kembali berjaya.

Masa 100 hari pertama merupakan hal yang paling sering dilihat oleh pasar alias Wall Street, baik itu presidennya berasal dari Partai Republik atau dari Partai Demokrat. Sam Stovall, kepala strategi investasi di perusahaan riset CFRA mengatakan sejak tahun 1953, indeks S& P 500 telah meningkat rata-rata 1,6% dalam 100 hari pertama kepresidenan.

Sejauh ini, Wall Street menyambut terpilihnya Trump sejak November dengan antusias. Dow Jones Industrial Average mengambil keuntungan 7,5% sebelum mendingin selama sebulan terakhir. Dan sejak hari pemilihan, dana investor yang diperdagangkan di S & P 500 menurut FactSet telah mencapai USD14 miliar atau setara Rp188 triliun dengan estimasi kurs Rp13.433/USD.

Indeks Dow Jones, S & P 500, dan Nasdaq pun naik pada hari pertama Donald Trump. Hal ini kontras dengan pelantikan Barack Obama pada 2009, ketika itu pasar mabuk sekitar 5,3% meski ada dampak dari krisis keuangan 2008. Adapun data Bespoke Investment Group mencatat ada dua orang presiden yang pada hari pertamanya membuat pasar meraih keuntungan, yaitu Dwight David Eisenhower dan John Fitzgerald Kennedy.

“Jika Dow Jones mendapat keuntungan lagi sebelum akhir minggu, mereka harus membuat hari peresmian besar lagi,” gurau Bespoke dalam catatannya, seraya menambahkan slogan kampanye Trump untuk membuat Amerika kembali berjaya.

Di luar itu, dalam 100 hari pertama, arah pasar kemungkinan akan tergantung kepada seberapa kuat data ekonomi AS dan seberapa banyak investor mendapatkan arah dari pemerintahan baru.

“Pasar bisa lebih tinggi tapi itu berdasarkan kebijakan Trump dan kenyataan pada fundamental ekonomi yang lebih baik,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities. “Segala macam hal bisa memberikan stimulus untuk perekonomian, tapi tidak ada perhatian yang lebih besar dalam 100 hari pertama”.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
3 Alasan Trump Gugat...
3 Alasan Trump Gugat Wall Street Journal dan Rupert Murdoch senilai Rp163 Triliun
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved