Penjualan Ritel Inggris Turun Tajam di Desember

Sabtu, 21 Januari 2017 - 17:01 WIB
Penjualan Ritel Inggris...
Penjualan Ritel Inggris Turun Tajam di Desember
A A A
LONDON - Penjualan sektor ritel Inggris pada Desember 2016 tercatat mengalami penurunan tajam mencapai 1,9% dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data laporan perdagangan ritel Inggris dari Kantor Statistik Nasional (ONS) menunjukkan belanja konsumen turun kembali memasuki zona negatif.

Dilansir BBC, Sabtu (21/1/2017) penurunan pada penjualan terjadi pada mayoritas sektor ritel utama, untuk menjadi pelemahan paling dalam secara bulanan lebih dari empat setengah tahun. The Black Friday diskon pada akhir November, diyakini menjadi sentimen pada sektor ini. "Bahkan menjadi lebih keras untuk menjaga pengeluaran konsumen selama Desember," ucap Analis di Lloyds.

Pada pengamat sebelumnya telah meramalkan kejatuhan sektor ritel, meski tidak terlalu besar yakni 0,1% secara bulanan. Volume ritel Desember Inggris berada pada level minus 1,9%, sedangkan belanja ritel tahunan merosot ke 4,3%. Pasar telah memperkirakan penurunan 0,1% secara bulanan, sementara angka 7,2% diharapkan secara tahunan.

Data penjualan ritel tidak termasuk item volatile seperti bahan bakar juga turun 2,0% sedangkan secara tahunan tergelincir 4,9% (YoY). ONS melaporkan, "Kontribusi terbesar untuk penurunan bulan-ke-bulan berasal dari toko non-makanan."

"Ada beberapa yang masih memperlihatkan penguatan seperti pelaku ritel kecil, yang melaporkan dorongan signifikan dalam penjuala hingga ke Natal," ucap Statistik Senior ONS Kate Davies.

Konsumen telihat lebih memilih belanja online, usai tercatat menghabiskan sekitar 1 miliar pounds dalam sepekan yakni lebih tinggi 21,3% dibandingkan Desember 2015. Meskipun data Desember mengecewakan, namun Direktur Retail Bank Lloyds Keith Richardson mengatakan tidak boleh menyerah. "Penjual ritel tidak boleh berasumsi bahwa tren memburuk hingga Januari. Pengeluaran konsumen akan meningkat," ungkapnya optimis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
7 menit yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
21 menit yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
21 menit yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
31 menit yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
45 menit yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
1 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved