Trump Siap Negosiasi Ulang NAFTA dengan Kanada dan Meksiko
Senin, 23 Januari 2017 - 14:15 WIB
Trump Siap Negosiasi Ulang NAFTA dengan Kanada dan Meksiko
A
A
A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump telah mengatakan bahwa dia akan segera melakukan negosiasi ulang perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara atau yang dikenal dengan sebutan NAFTA (North American Free Trade Agreement). Langkah awal AS akan dimulai dengan membuka pembicaraan bersama petinggi kedua negara yakni Kanada dan Meksiko.
(Baca Juga: Perjanjian Dagang NAFTA Dapat Dibahas, tapi Tidak Negosiasi Ulang)
Dilansir BBC, Senin (23/1/2017) Trump dijadwalkan bakal menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. Seperti diketahui perjanjian dagang NAFTA mulai diberlakukan antara tiga negara yakni AS, Kanada dan Meksiko pada tahun 1994 ketika Bill Clinton saat itu menjadi Presiden AS.
Trump pernha menyebutkan bahwa kesepakatan dagang tersebut merupakan perjanjian terburuk yang pernah ditandatangani oleh AS. Situs resmi Gedung Putih mengatakan bahwa jika Kanada dan Meksiko menolak menerima renegosiasi NAFTA dengan menyediakan "kesepakatan yang adil" bagi pekerja Amerika, maka kemudian AS siap bergerak menarik dirik dari perjanjian dagang NAFTA.
Berbicara pada upacara pengambilan sumpah staf senior Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan bakal berbicara dengan Pena Nieto tentang imigrasi dan keamanan perbatasan dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih yang bakal berlangsung pada 31 Januari,mendatang.
"Meksiko sangat hebat dan Presiden mereka benar-benar sangat menakjubkan. Saya pikir kami akan memiliki hasil yang sangat baik untuk Meksiko, Amerika Serikat dan semua orang yang terlibat," terangnya
Meski begitu Trump belum menyebutkan tanggal pertemuan dirinya dengan PM Kanada Trudeau.
Apa itu NAFTA?
- Ini adalah perjanjian perdagangan bebas untuk wilayah Amerika Utara yang mulai berlaku antara AS, Kanada dan Meksiko pada tahun 1994 ketika Bill Clinton saat itu menjadi Presiden AS
- Perjanjian ini menciptakan salah satu zona perdagangan bebas terbesar di dunia dengan mengurangi atau menghilangkan bea tarif untuk mayoritas produk.
- Faktanya perjanjian ini dimaksudkan untuk memberikan keuntungan kepada pengusaha kecil dengan cara menurunkan biaya serta mengurangi birokrasi untuk memfasilitasi ekspor dan impor.
- Pada akhirnya AFTA menjadi perdebatan apakah kerja sama ini menguntungkan atau malah merugikan AS yang sampai saat ini masih menjadi pembahasan.
- Sebuah lembaga penelitian dalam sebuah analis independen pada 2015 lalu menyataan NAFTA tidak menyebabkan kerugian besar dalam sektor pekerjaan seperti yang ditakutkan para kritikus. Efek keseluruhan NAFTA untuk ekonomi AS dinyatakan relatif sederhana karena hanya berpengaruh kecil terhadap PDB AS.
Sementara Presiden Meksiko Pena Nieto pada akhir pekan kemarin mengatakan siap membuka negosiasi dengan pemerintahan AS di bawah pimpinan Trump. "Prioritas kami strategis hubungan bilateral dan berminat menjaga dialog terbuka," ucapnya.
Di sisi lain Pena Nieto telah menghadapi kritik dari Meksiko terkait tanggapan untuk menangani ancaman Presiden Trump meliputi pembangunan tembok besar di perbatasan Meksiko serta kenaikan pajak. Protes atas kebijakan tersebut berlangsung pada akhir pekan kemarin di luar showroom Ford di Mexico City setelah perusahaan membataskan kontrak USD1,6 miliar untuk membangun pabrik di Meksiko.
(Baca Juga: Perjanjian Dagang NAFTA Dapat Dibahas, tapi Tidak Negosiasi Ulang)
Dilansir BBC, Senin (23/1/2017) Trump dijadwalkan bakal menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. Seperti diketahui perjanjian dagang NAFTA mulai diberlakukan antara tiga negara yakni AS, Kanada dan Meksiko pada tahun 1994 ketika Bill Clinton saat itu menjadi Presiden AS.
Trump pernha menyebutkan bahwa kesepakatan dagang tersebut merupakan perjanjian terburuk yang pernah ditandatangani oleh AS. Situs resmi Gedung Putih mengatakan bahwa jika Kanada dan Meksiko menolak menerima renegosiasi NAFTA dengan menyediakan "kesepakatan yang adil" bagi pekerja Amerika, maka kemudian AS siap bergerak menarik dirik dari perjanjian dagang NAFTA.
Berbicara pada upacara pengambilan sumpah staf senior Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan bakal berbicara dengan Pena Nieto tentang imigrasi dan keamanan perbatasan dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih yang bakal berlangsung pada 31 Januari,mendatang.
"Meksiko sangat hebat dan Presiden mereka benar-benar sangat menakjubkan. Saya pikir kami akan memiliki hasil yang sangat baik untuk Meksiko, Amerika Serikat dan semua orang yang terlibat," terangnya
Meski begitu Trump belum menyebutkan tanggal pertemuan dirinya dengan PM Kanada Trudeau.
Apa itu NAFTA?
- Ini adalah perjanjian perdagangan bebas untuk wilayah Amerika Utara yang mulai berlaku antara AS, Kanada dan Meksiko pada tahun 1994 ketika Bill Clinton saat itu menjadi Presiden AS
- Perjanjian ini menciptakan salah satu zona perdagangan bebas terbesar di dunia dengan mengurangi atau menghilangkan bea tarif untuk mayoritas produk.
- Faktanya perjanjian ini dimaksudkan untuk memberikan keuntungan kepada pengusaha kecil dengan cara menurunkan biaya serta mengurangi birokrasi untuk memfasilitasi ekspor dan impor.
- Pada akhirnya AFTA menjadi perdebatan apakah kerja sama ini menguntungkan atau malah merugikan AS yang sampai saat ini masih menjadi pembahasan.
- Sebuah lembaga penelitian dalam sebuah analis independen pada 2015 lalu menyataan NAFTA tidak menyebabkan kerugian besar dalam sektor pekerjaan seperti yang ditakutkan para kritikus. Efek keseluruhan NAFTA untuk ekonomi AS dinyatakan relatif sederhana karena hanya berpengaruh kecil terhadap PDB AS.
Sementara Presiden Meksiko Pena Nieto pada akhir pekan kemarin mengatakan siap membuka negosiasi dengan pemerintahan AS di bawah pimpinan Trump. "Prioritas kami strategis hubungan bilateral dan berminat menjaga dialog terbuka," ucapnya.
Di sisi lain Pena Nieto telah menghadapi kritik dari Meksiko terkait tanggapan untuk menangani ancaman Presiden Trump meliputi pembangunan tembok besar di perbatasan Meksiko serta kenaikan pajak. Protes atas kebijakan tersebut berlangsung pada akhir pekan kemarin di luar showroom Ford di Mexico City setelah perusahaan membataskan kontrak USD1,6 miliar untuk membangun pabrik di Meksiko.
(akr)
Lihat Juga :