Sri Mulyani Masih Mencerna Arah Kebijakan Donald Trump

Senin, 23 Januari 2017 - 18:21 WIB
Sri Mulyani Masih Mencerna...
Sri Mulyani Masih Mencerna Arah Kebijakan Donald Trump
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku bahwa pemerintah masih melakukan observasi dan mengantisipasi arah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebab, meski kabinet Trump belum terbentuk, namun dari beberapa pidatonya cukup memberikan dampak luar biasa terhadap global.

Dia mengungkapkan, dilihat dari beberapa pidatonya saat kampanye, Trump nampaknya telah menekankan akan mendahulukan kepentingan AS sendiri sebelum bergerak untuk bekerja sama dengan negara-negara di dunia.

Hal tersebut tentu harus dilihat secara mendalam, mengingat kepentingan Negeri Paman Sam belum tentu akan selalu sama dengan kepentingan global.

"Pidatonya Trump memberi tekanan besar bahwa kepentingan yang didahulukan adalah kepentingan AS sendiri. Itu menunjukan bahwa kepentingan AS tidak selalu sama dengan kebijakan global," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini membeberkan, jika di pemerintahan sebelumnya AS menggunakan seluruh kekuatannya untuk kerja sama perdagangan dan investasi di luar negeri. Nampaknya, hal ini tidak berlaku lagi terhadap pemerintahan Trump saat ini.

Di Indonesia sendiri, kata Sri Mulyani, berbagai reaksi terjadi setiap hari sejak Trump menang dalam Pemilu di AS. Seperti saat ini, reaksi pasar justru menunjukkan terjadi penguatan rupiah terhadap USD.

Pasar pun, kata mantan Menko bidang Perekonomian in, masih terus mencerna arah kebijakan Trump. "Di Indonesia, market reaksi tiap hari juga. Kemarin excited, kemudian hari ini dolar melemah sehingga mata uang seluruh dunia menguat. Saya kira market dalam proses mencerna dan memahami itu artinya apa bagi mereka," tutur dia.

Pemerintah, lanjut dia, melihat fenomena ini dari dua sisi yaitu arah kebijakan AS dan reaksi market terhadapnya. Sebab, dua hal tersebut akan berpengaruh terhadap ekonomi di dalam negeri.

"Di dalam negeri, perekonomian kita cukup besar maka konsentrasi terhadap perhatian ini mengharuskan kita terus investasi untuk perkuat ekonomi kita di dalam negeri, agar tidak mudah terombang ambing dari statement di market," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diguncang Tarif Trump,...
Diguncang Tarif Trump, Rupiah Merana dan Surat Utang RI Tertekan
Hitung-hitungan Sri...
Hitung-hitungan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 1,7%
Geber Vaksinasi, Sri...
Geber Vaksinasi, Sri Mulyani Pede Ekonomi Meroket 5,3%
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Dipangkas, Menkeu: Lebih Baik dari Malaysia
Nilai Ekonomi Digital...
Nilai Ekonomi Digital RI Ditargetkan Capai Rp1.831 Triliun di 2025
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Terus Menunjukkan Resiliensi
Berita Terkini
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
17 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
30 menit yang lalu
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
39 menit yang lalu
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
56 menit yang lalu
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
1 jam yang lalu
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved