Pasca Brexit, PM Inggris Ungkap 10 Strategi Baru Sektor Industri

Senin, 23 Januari 2017 - 19:11 WIB
Pasca Brexit, PM Inggris...
Pasca Brexit, PM Inggris Ungkap 10 Strategi Baru Sektor Industri
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengungkapkan strategi baru industri dan akan lebih intervensi yang dirancang dalam upaya meningkatkan perekonomian Inggris pasca keputusan Brexit atau selepas keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE). Lebih lanjut dia menegaskan pemerintah bakal melangkah menuju peran baru yang lebih aktif.

(Baca Juga: Penjualan Ritel Inggris Turun Tajam di Desember)

Dilansir BBC, Senin (23/1/2017) Theresa May bakal meluncurkan strategi baru pada rapat regional kabinet yang pertama dan bakal berlangsung di Barat Laut Inggris. Broadband, transportasi dan energi bakal menjadi sorotan dalam upaya untuk menyelaraskan investasi infrastruktur pemerintah pusat dengan prioritas pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain itu bakal dihabiskan miliaran poundsterling untuk ilmu pengetahuan, teknologi, dan penelitan. Hal ini sejalan dengan keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Diberitakan terdapat 10 poin terkait rencana tersebut meliputi yakni pertama berinvestasi dalam sains, penelitian dan inovasi, tidak ketinggalan pengembangan skil tenaga kerja.

Selanjutnya dalam poin ketiga ada pembangunan infrastruktur, diikuti mendukung bisnis baru serta mengembangkannya. Selain itu ada juga poin dimana pemerintah Inggris bakal memperbaiki proses pengadaan barang dan jasa, kemudian dilanjutkan dengan memberi dorongan kepada perdagangan serta investasi.

Strategi lain yang menjadi fokus pemerintah Inggris adalah memberikan energi yang terjangkau dan pertumbuhan ekonomi positif. Poin delapan terdapat upaya pemerintah untuk mendukung sektor-sektor unggulan di dunia serta mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh negeri. Terakhir Inggris akan membentuk lembaga-lembaga untuk menyatukan semuanya.

Pemerintah Inggris bakal menetapkan cara untuk dapat memberikan dukungan kepada pebisnis dengan menghilangkan hambatan dalam regulasi serta menyetujui transaksi perdagangan dan membantu pendirian lembaga yang mendorong inovasi serta pengembangan keterampilan. May juga berencana akan meningkatkan keterampilan STEM ( (Sains, teknologi, mesin dan matematika), kemampuan digital sementara 170 juga pounds akan diinvestasikan dalam menciptakan lembaga baru teknologi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
3 menit yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
17 menit yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
17 menit yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
27 menit yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
41 menit yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
1 jam yang lalu
Infografis
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Tegaskan Hak Negara Merdeka Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved