Jeda Siang: IHSG Naik 29,59 Poin, Rupiah Bertambah 61 Poin
Selasa, 24 Januari 2017 - 12:21 WIB
Jeda Siang: IHSG Naik 29,59 Poin, Rupiah Bertambah 61 Poin
A
A
A
JAKARTA - Mengakhiri sesi I perdagangan Selasa (24/1/2017), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bertambah 29,59 poin atau 0,56% ke posisi 5.280,56.
Pagi tadi, IHSG dibuka naik 16,77 poin atau 0,32% ke level 5.267,73. Menguatnya indeks ditopang oleh positifnya indeks sektoral, dimana sektor saham infrastruktur memimpin penguatan dengan naik 1,23%. Sedangkan sektor saham perkebunan menjadi satu-satunya yang terlemah dengan negatif 0,12%. Perkasanya indeks pada hari ini juga ditopang oleh kuatnya kondisi perekonomian Indonesia.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di indeks Bloomberg pada sesi I hari ini, menguat 61 poin atau 0,46% ke posisi Rp13.308 per USD. Dan pada pagi tadi, mata uang Garuda dibuka naik 26 poin atau 0,19% ke Rp13.343 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa (24/1/2017), rupiah dibuka di posisi Rp13.330, terapresiasi 42 poin dari posisi Rp13.372 pada Senin kemarin.
Menguatnya nilai tukar rupiah seiring tertekannya USD. Mengutip dari Reuters, Selasa (24/1), saat ini USD di pasar Asia berada di bawah tekanan karena kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump dan kemungkinan pemerintahan baru AS memainkan melemahnya mata uang agar produk mereka menjadi kompetitif.
Indeks USD terhadap sekeranjang mata uang turun tipis 0,1% pada 100,040 DXY. Alhasil USD tergelincir terhadap yen Jepang menjadi ¥112,52 per USD, terlemah sejak November 2016. Hal ini juga membuat euro melompat terhadap USD ke level USD1,0760 EUR. Dan membuat poundsterling menguat selama enam pekan menjadi USD1,2546 GBP.
Pagi tadi, IHSG dibuka naik 16,77 poin atau 0,32% ke level 5.267,73. Menguatnya indeks ditopang oleh positifnya indeks sektoral, dimana sektor saham infrastruktur memimpin penguatan dengan naik 1,23%. Sedangkan sektor saham perkebunan menjadi satu-satunya yang terlemah dengan negatif 0,12%. Perkasanya indeks pada hari ini juga ditopang oleh kuatnya kondisi perekonomian Indonesia.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di indeks Bloomberg pada sesi I hari ini, menguat 61 poin atau 0,46% ke posisi Rp13.308 per USD. Dan pada pagi tadi, mata uang Garuda dibuka naik 26 poin atau 0,19% ke Rp13.343 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa (24/1/2017), rupiah dibuka di posisi Rp13.330, terapresiasi 42 poin dari posisi Rp13.372 pada Senin kemarin.
Menguatnya nilai tukar rupiah seiring tertekannya USD. Mengutip dari Reuters, Selasa (24/1), saat ini USD di pasar Asia berada di bawah tekanan karena kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump dan kemungkinan pemerintahan baru AS memainkan melemahnya mata uang agar produk mereka menjadi kompetitif.
Indeks USD terhadap sekeranjang mata uang turun tipis 0,1% pada 100,040 DXY. Alhasil USD tergelincir terhadap yen Jepang menjadi ¥112,52 per USD, terlemah sejak November 2016. Hal ini juga membuat euro melompat terhadap USD ke level USD1,0760 EUR. Dan membuat poundsterling menguat selama enam pekan menjadi USD1,2546 GBP.
(ven)
Lihat Juga :