IHSG Berakhir Naik 41,42 Poin ke 5.292,09
Selasa, 24 Januari 2017 - 16:23 WIB
IHSG Berakhir Naik 41,42 Poin ke 5.292,09
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (24/1/2017) berakhir naik 41,12 poin atau 0,78% ke 5.292,09.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik 16,77 poin atau 0,32% ke level 5.267,73. Dan sepanjang hari ini, indeks diperdagangkan di level 5.267,73-5.297,49.
Dari 444 saham yang diperdagangkan, 189 menguat, 148 melemah, dan 107 stagnan. Mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau, dengan sektor saham infrastruktur memimpin penguatan, naik 1,72%. Sedangkan perkebunan mengalami pelemahan, turun 1,35%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp6,66 triliun dari 17,32 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing -Rp265 miliar dengan aksi jual asing Rp2,91 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,65 triliun.
Kuatnya IHSG karena didukung oleg kondisi perekonomian dalam negeri juga melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) di pasar mata uang dunia. Adapun pasar Asia pada Selasa ini ditutup variatif, karena dolar yang melemah imbas kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menarik negaranya dari kesepakatan perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership.
Melansir dari CNBC, Selasa (24/1), investor pun gugup dengan kebijakan proteksionisme Trump. "Sekarang mereka berharap bahwa kebijakan pemotongan pajak dalam kampanye Trump segera diimplementasikan," kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di ThinkMarkets.
Hasil ini membuat bursa Asia berombak, di Korea Selatan, Kospi ditutup mendatar di level 2.065,76. Jepang Nikkei 225 turun 0,55% atau 103 poin di 18.787,99, memperpanjang penurunan sesi sebelumnya lebih dari 1%.
Di Cina daratan, Shanghai ditutup naik 0,2% atau 6,31 poin pada 3.143,09, sedangkan Shenzhen berakhir turun 0,30% atau 5,69 poin pada 1.896,45. Hong Kong Hang Seng naik 0,28%. Australia ASX 200 berakhir naik 0,72% atau 40,63 poin pada 5.651,6, didukung oleh naiknya sub-indeks material sebesar 2,65%.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik 16,77 poin atau 0,32% ke level 5.267,73. Dan sepanjang hari ini, indeks diperdagangkan di level 5.267,73-5.297,49.
Dari 444 saham yang diperdagangkan, 189 menguat, 148 melemah, dan 107 stagnan. Mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau, dengan sektor saham infrastruktur memimpin penguatan, naik 1,72%. Sedangkan perkebunan mengalami pelemahan, turun 1,35%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp6,66 triliun dari 17,32 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing -Rp265 miliar dengan aksi jual asing Rp2,91 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,65 triliun.
Kuatnya IHSG karena didukung oleg kondisi perekonomian dalam negeri juga melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) di pasar mata uang dunia. Adapun pasar Asia pada Selasa ini ditutup variatif, karena dolar yang melemah imbas kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menarik negaranya dari kesepakatan perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership.
Melansir dari CNBC, Selasa (24/1), investor pun gugup dengan kebijakan proteksionisme Trump. "Sekarang mereka berharap bahwa kebijakan pemotongan pajak dalam kampanye Trump segera diimplementasikan," kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di ThinkMarkets.
Hasil ini membuat bursa Asia berombak, di Korea Selatan, Kospi ditutup mendatar di level 2.065,76. Jepang Nikkei 225 turun 0,55% atau 103 poin di 18.787,99, memperpanjang penurunan sesi sebelumnya lebih dari 1%.
Di Cina daratan, Shanghai ditutup naik 0,2% atau 6,31 poin pada 3.143,09, sedangkan Shenzhen berakhir turun 0,30% atau 5,69 poin pada 1.896,45. Hong Kong Hang Seng naik 0,28%. Australia ASX 200 berakhir naik 0,72% atau 40,63 poin pada 5.651,6, didukung oleh naiknya sub-indeks material sebesar 2,65%.
(ven)
Lihat Juga :