Pembatalan TPP Jadikan Posisi Indonesia Setara di Pasar AS

Rabu, 25 Januari 2017 - 19:17 WIB
Pembatalan TPP Jadikan...
Pembatalan TPP Jadikan Posisi Indonesia Setara di Pasar AS
A A A
JAKARTA - Langkah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari pakta perdagangan Kemitraan Trans Pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP) menjadikan produk Indonesia bisa bersaing secara adil di pasar AS.

Beberapa negara tetangga, seperti Vietnam dan Malaysia yang sudah lebih dulu bergabung dengan TPP menikmati kemudahan dan keringanan tarif saat mengekspor ke AS. Tak heran, ekspor unggulan Indonesia ke Amerika Serikat, seperti tekstil kalah bersaing harganya dengan produk tekstil dari Vietnam. Hal ini merugikan Indonesia.

“Kalau nanti ternyata TPP tidak jadi berjalan, Indonesia bisa diuntungkan karena posisi kita menjadi setara lagi,” ujar Kepala Departemen Ekonomi Center For Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri, Rabu (25/1/2017).

Menurut Yose, TPP sebetulnya belum berjalan dan secara hukum kepastiannya baru bisa diambil pada Februari 2018. Sehingga, segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk sikap AS pun bisa saja berubah.

Andaikata AS benar-benar keluar atau tidak ikut dalam TPP, lanjut Yose, negara adidaya itu pasti akan mencari alternatif lain misalnya dengan kerja sama bilateral. Jika AS kemudian mau menjalankan inisiatif kerja sama bilateral, diharapkan Indonesia bisa lebih aktif di dalamnya.

Yose yang juga masuk dalam tim kajian TPP bersama Kementerian Perdagangan mengungkapkan, tim tetap akan melanjutkan kajian namun sudah mengarah ke alternatif lain, termasuk potensi bilateral dengan AS.

Sementara itu, mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, apapun langkah yang diambil AS, Indonesia hendaknya tetap melanjutkan berbagai proses negosiasi perdagangan, misalnya dengan Uni Eropa.

“Di ASEAN juga kita harus terus melakukan integrasi. Kita kan sudah punya kesepakatan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership). Jadi, kalaupun TPP batal kita berharap ada hal-hal lain yang akan terus berjalan,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersama Jo Hyundai,...
Bersama Jo Hyundai, Rekind Lolos Tender Proyek TPPI Olefin Complex
Proses Lelang Kilang...
Proses Lelang Kilang Olefin Siap Ditelusuri Oleh BPK
CERI Soroti Kompetensi...
CERI Soroti Kompetensi Bidder Proyek Olefin TPPI di Tuban
Pak Ahok, Ada yang Minta...
Pak Ahok, Ada yang Minta Tolong Usut Kejanggalan Tender Kilang Olefin Nih
Proyek Olefin TPPI Punya...
Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Mencari Partnership...
Mencari Partnership Proyek Bandara
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
18 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved