Donald Trump Targetkan Pertumbuhan Ekonomi AS 4%
Sabtu, 28 Januari 2017 - 16:00 WIB
Donald Trump Targetkan Pertumbuhan Ekonomi AS 4%
A
A
A
NEW YORK - Presiden ke-45 Amerika Serikat Donald John Trump memiliki tantangan terbesar di tahun pertamanya: mengembalikan ekonomi Amerika yang terpuruk di era Barack Obama. Departemen Perdagangan AS pada Jumat (27/1/2017) melansir data pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV 2016 yang hanya tumbuh 1,9%. Adapun pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 1,6%, terendah sejak tahun 2011.
Meski mendapat pekerjaan rumah berat, Trump menargetkan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 4%. “Membuat perekonomian besar lagi adalah tugas sederhana,” ujar Trump dengan optimis, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Sabtu (28/1/2017).
Target pertumbuhan ekonomi 4% oleh Trump, membuat kalangan terbelah dua, ada yang menyebut realistis, tapi ada pula yang pesimis. Target demikian akan membuat inflasi lebih tinggi dan defisit yang lebih besar.
Dan ekonomi AS belum pernah lagi menyentuh pertumbuhan 3% dalam setahun penuh sejak 2005. Dan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 4% terjadi terakhir kali tahun 2000. Sedangkan terakhir kali pertumbuhan ekonomi AS paling fantastis di era Ronald Reagan.
Mengutip dari data The Gateway Pundit, pertumbuhan ekonomi AS pada tahun pertama Ronald Reagan sebesar 12,2%, bandingkan dengan tahun pertama Barack Obama yang minus 2,0%. Saat itu keduanya mewarisi resesi ekonomi. Biro Analisis Ekonomi AS menyebut tingkat pertumbuhan PDB tahunan rata-rata Obama sangat suram, yaitu 2,9%. Sedangkan rata-rata tingkat pertumbuhan GDP tahunan Reagan adalah 7,9%.
Karena itu perbaikan di bidang investasi dan infrastruktur menjadi bidang utama. Namun beberapa kalangan dengan skeptis mengatakan apakah bisa mendapatkan pertumbuhan ekonomi 4% lagi?
Ya, secara teori rencana Trump meningkatkan belanja infrastruktur, memangkas pajak perusahaan, renegosiasi transaksi perdagangan, dan relaksasi peraturan bisnis memberikan dorongan bagi perekonomian. Namun kebijakan ini harus dilakukan secara baik.
Awal Januari ini, Bank Dunia mengatakan rencana Trump memotong pajak penghasilan badan dan pribadi bisa mendorong pertumbuhan AS sebesar 0,3% pada tahun pertama dan 0,8% pada 2018. Secara keseluruhan, perkiraan pertumbuhan tahun ini sebesar 2,5% dan 2,9% pada tahun berikutnya.
Dalam laporan terpisah, Kantor Anggaran Kongres memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS hanya sekitar 2% selama dekade mendatang. Dan akhir tahun lalu, Komite untuk Anggaran Federal menganggap pertumbuhan 4% hampir mustahil untuk dicapai.
Pesimistis ini mengacu dari ekonomi yang masih dari berantakan, sedikitnya lapangan pekerjaan tetap, dan meningkatnya upah tenaga kerja. Karena itu, Trump harus meningkatkan manufaktur, infrastruktur, produksi industri dalam negeri, dan perumahan. Sementara itu, kepercayaan konsumen dan usaha kecil dan menengah di AS menyatakan optimisme mereka kepada Trump sejak memenangkan pemilu November.
Kepercayaan ini kata Citigroup AS bisa memberikan kontribusi untuk melompat ke level tertinggi. Indikator yang mengukur data kinerja ekonomi mulai menunjukkan harapan, dimana mulai meningkat setelah negatif pada setahun yang lalu. Dan harapan tinggi ini harus diimbangi dengan kekuatan yang positif.
Meski mendapat pekerjaan rumah berat, Trump menargetkan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 4%. “Membuat perekonomian besar lagi adalah tugas sederhana,” ujar Trump dengan optimis, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Sabtu (28/1/2017).
Target pertumbuhan ekonomi 4% oleh Trump, membuat kalangan terbelah dua, ada yang menyebut realistis, tapi ada pula yang pesimis. Target demikian akan membuat inflasi lebih tinggi dan defisit yang lebih besar.
Dan ekonomi AS belum pernah lagi menyentuh pertumbuhan 3% dalam setahun penuh sejak 2005. Dan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 4% terjadi terakhir kali tahun 2000. Sedangkan terakhir kali pertumbuhan ekonomi AS paling fantastis di era Ronald Reagan.
Mengutip dari data The Gateway Pundit, pertumbuhan ekonomi AS pada tahun pertama Ronald Reagan sebesar 12,2%, bandingkan dengan tahun pertama Barack Obama yang minus 2,0%. Saat itu keduanya mewarisi resesi ekonomi. Biro Analisis Ekonomi AS menyebut tingkat pertumbuhan PDB tahunan rata-rata Obama sangat suram, yaitu 2,9%. Sedangkan rata-rata tingkat pertumbuhan GDP tahunan Reagan adalah 7,9%.
Karena itu perbaikan di bidang investasi dan infrastruktur menjadi bidang utama. Namun beberapa kalangan dengan skeptis mengatakan apakah bisa mendapatkan pertumbuhan ekonomi 4% lagi?
Ya, secara teori rencana Trump meningkatkan belanja infrastruktur, memangkas pajak perusahaan, renegosiasi transaksi perdagangan, dan relaksasi peraturan bisnis memberikan dorongan bagi perekonomian. Namun kebijakan ini harus dilakukan secara baik.
Awal Januari ini, Bank Dunia mengatakan rencana Trump memotong pajak penghasilan badan dan pribadi bisa mendorong pertumbuhan AS sebesar 0,3% pada tahun pertama dan 0,8% pada 2018. Secara keseluruhan, perkiraan pertumbuhan tahun ini sebesar 2,5% dan 2,9% pada tahun berikutnya.
Dalam laporan terpisah, Kantor Anggaran Kongres memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS hanya sekitar 2% selama dekade mendatang. Dan akhir tahun lalu, Komite untuk Anggaran Federal menganggap pertumbuhan 4% hampir mustahil untuk dicapai.
Pesimistis ini mengacu dari ekonomi yang masih dari berantakan, sedikitnya lapangan pekerjaan tetap, dan meningkatnya upah tenaga kerja. Karena itu, Trump harus meningkatkan manufaktur, infrastruktur, produksi industri dalam negeri, dan perumahan. Sementara itu, kepercayaan konsumen dan usaha kecil dan menengah di AS menyatakan optimisme mereka kepada Trump sejak memenangkan pemilu November.
Kepercayaan ini kata Citigroup AS bisa memberikan kontribusi untuk melompat ke level tertinggi. Indikator yang mengukur data kinerja ekonomi mulai menunjukkan harapan, dimana mulai meningkat setelah negatif pada setahun yang lalu. Dan harapan tinggi ini harus diimbangi dengan kekuatan yang positif.
(ven)
Lihat Juga :