Inggris-Turki Lakukan Kesepakatan Bisnis Pertahanan Rp1,67 Triliun

Minggu, 29 Januari 2017 - 05:01 WIB
Inggris-Turki Lakukan...
Inggris-Turki Lakukan Kesepakatan Bisnis Pertahanan Rp1,67 Triliun
A A A
ANKARA - Perdana Menteri Inggris Theresa May melakukan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Dalam pertemuan di Ankara, Turki, Sabtu (28/1/2017), May sepakat melakukan kesepakatan pertahanan senilai USD125 juta atau setara Rp1,67 triliun (estimasi kurs Rp13.365/USD).

Turki menjadi satu dari dua negara yang dikunjungi May untuk pertama kalinya sebagai perdana menteri. Sebelumnya, May berkunjung ke Washington bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, untuk mempromosikan perjanjian perdagangan bilateral untuk memperkuat negaranya setelah mereka hengkang dari Uni Eropa.

Melansir dari Reuters, Sabtu (28/1), May menyebut Turki sebagai sahabat lama Inggris. Adapun Erdogan memuji sikap Inggris yang berbeda dengan negara Barat lain yang kerap mengkritiknya represif terhadap oposisi, setelah kudeta militer 15 Juli tahun lalu yang gagal menumbangkan dirinya.

“Saya bangga bahwa Inggris berdiri dengan kami di 15 Juli tahun lalu, dalam upaya membela demokrasi. Dan Turki menopang demokrasi, mempertahankan supremasi hukum, dan pemerintah telah melakukan dan menjunjung tinggi kewajiban hak asasi manusia,” ujar Erdogan.

May mengatakan kedua negara sepakat membentuk kelompok kerja bersama pasca Brexit dan akan meningkatkan program keamanan penerbangan. Kedua negara menandatangani kesepakatan pertahanan senilai 100 juta poundsterling alias USD125 juta untuk mengembangkan jet tempur Turki.

May juga memuji kesepakatan yang melibatkan BAE Systems Inggris dan Turkish Aerospace Industries dalam mengembangkan program pesawat tempur TF-X Turki. “Inggris adalah negara besar, bangsa pedagang dan kami terbuka untuk bisnis,” jawab Erdogan.

Erdogan pun berharap negaranya dapat meningkatkan perdagangan dengan Inggris hingga USD20 miliar atau setara Rp267 triliun pada tahun ini. Saat ini nilai perdagangan kedua negara USD15,6 miliar atau setara Rp208 triliun.

Pemerintahan May sendiri gencar melakukan perjanjian perdagangan bilateral setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa. Mereka sedang membahas proses pembicaraan resmi pada akhir Maret untuk benar-benar cabut dari Uni Eropa. Juru bicara May mengatakan Turki menjadi negara ke-13, dimana Inggris mendirikan sebuah kelompok kerja perdagangan.

Adapun bagi Turki, Inggris Raya merupakan negara kedua tujuan ekspor terbesar mereka. Data perdagangan IMF pada 2015, Turki mengekspor USD10,6 miliar barang ke Inggris Raya, sementara negara tujuan ekspor terbesar Turki adalah Jerman.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
16 menit yang lalu
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
47 menit yang lalu
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
2 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
2 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved