Perusahaan Raksasa Pembuat Insulin Siapkan Investasi Besar di Inggris

Senin, 30 Januari 2017 - 22:09 WIB
Perusahaan Raksasa Pembuat...
Perusahaan Raksasa Pembuat Insulin Siapkan Investasi Besar di Inggris
A A A
COPENHAGEN - Perusahaan raksasa pembuat insulin asal Denmark yakni Novo Nordisk menyiapkan investasi besar mencapai 115 juta pounds dengan durasi sepuluh tahun di pusat penelitian ilmu baru Oxford. Fasilitas ini direncanakan bakal mempekerjakan 100 akademisi dan ilmuwan untuk menemukan cara-cara baru mengobati diabetes tipe 2.

Seperti dilansir BBC, Senin (30/1/2017) keputusan untuk berinvestasi di Inggris disampaikan oleh Kepala Sekretaris Treasury David Gauke yang mengatakan, Inggris dipercaya bakal menjadi pemimpin dunia dalam ilmu pengetahuan dan penelitian. Sementara Novo Nordisk sendiri menerangkan telah tertarik kepada sejarah dan keunggulan Oxford.

Berbicara secara eksklusif kepada BBC, Presiden Eksekutif dan Kepala Bidang Sains Novo Nordisk Mads Thomsen mengungkapkan, keputusan Inggris untuk meninggalkan keanggotaan Uni Eropa (UE) alias Brexit sempat membuat perusahaan berpikir sejenak. Tetapi sambung dia perusahaan yang fokus pada diabetes itu akhirnya berpikir untuk jangka panjang.

"Jelas, kami pikir keputusan Brexit sangat disayangkan. Oxford University telah ada sekitar selama 800 tahun dan dengan akademik serta kemampuan perusahaan, kami akan membuat obat-obatan yang berbeda," ucapnya.

Sementara penelitian penyakit dan biologi molekular akan dilakukan di Oxford, setiap obat baru atau perawatan akan dikembangkan dan diproduksi di Denmark. Meskipun Oxford University akan mendapatkan imbalan untuk keberhasilan mereka, Mads Thomsen menegaskan bahwa porsi komersil untuk apapun akan menjadi milik perusahaan asal Denmark tersebut.

"Anda harus diingat investasi yang dibutuhkan produsen obat untuk sukses, biasanya adalah kisaran 500 juta pounds. Dan sebagian besar ditanggung oleh perusahaan," sambungnya.

Sebagai informasi perusahaan asing dan investor telah mengucurkan dana ke beberapa universitas top Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan November tahun lalu, dana untuk penelitian komersil di Oxford mencapai sekitar 300 juta pounds yang mayoritas berasal dari China, Singapura dan Oman.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
11 menit yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
25 menit yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
26 menit yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
35 menit yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
49 menit yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
1 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved