BPJS Ketenagakerjaan Beberkan Tantangan 2017

Selasa, 31 Januari 2017 - 14:26 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Beberkan Tantangan 2017
A A A
JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengakui, bonus demografi memang menjadi tantangan terberat tahun ini bagi lembaga jaminan sosial. Namun, hal tersebut tidak menjadi satu-satunya tantangan yang harus dihadapi di tahun ini.

(Baca: BPJS Ketenagakerjaan: RI Jangan Terlena dengan Bonus Demografi)

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, tantangan lain yang harus dihadapi lembaga jaminan sosial adalah struktur tenaga kerja di Indonesia yang mayoritas lulusan sekolah dasar (SD). Setidaknya, ada 43 juta tenaga kerja di Indonesia yang lulusan SD.

"Ternyata tenaga kerja kita yang 120 juta mayoritas lulusan SD ke bawah, ada 43 juta. Lulus SMP 18 juta, lulus SMA 16 juta, dan sarjana 6 juta," kata dia dalam acara Indonesia Economic Outlook 2017 yang diselenggarakan KORAN SINDO dan SINDOnews di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, seluruh instansi dan lembaga yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi harus mengalokasikan produknya untuk golongan tenaga kerja tersebut. BPJS Ketenagakerjaan pun saat ini telah mengalokasikan produknya untuk menjangkau kelompok tersebut.

(Baca: BPJS Ketenagakerjaan Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial)

"Rekan perbankan sesuai arahan Presiden untuk bisa mengakses kredit terhadap kelompok ini. Karena memang mayoritas tenaga kerja ada di situ, kami juga akan fokus ke kelompok ini," imbuhnya.

Selanjutnya, sambung Agus, perpindahan keahlian antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan pun juga menjadi tantangan untuk BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, saat ini ada kecenderungan masyarakat bergeser dari penduduk yang ada di desa ke penduduk perkotaan.

"Ini ditopang gencarnya pembangunan infrastruktur. Ini juga akan mengubah antara kelompok pekerja informal masuk ke sektor formal. Perubahan ini juga menjadikan kami harus evaluasi kembali strategi yang kita terapkan di jaminan sosial. Jaminan sosial kita saat ini mengelola dana Rp260 triliun dan kita akan arahkan untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
5 jam yang lalu
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
5 jam yang lalu
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
5 jam yang lalu
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
6 jam yang lalu
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
6 jam yang lalu
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
6 jam yang lalu
Infografis
7 Tantangan Zohran Mamdani...
7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved