Shell Jual Aset Senilai USD3,8 Miliar demi Pangkas Utang

Selasa, 31 Januari 2017 - 22:08 WIB
Shell Jual Aset Senilai...
Shell Jual Aset Senilai USD3,8 Miliar demi Pangkas Utang
A A A
JAKARTA - Royal Dutch Shell atau yang dikenal sebagai Shell telah sepakat menjual aset senilai USD3,8 Miliar di laut utara kepada perusahaan eksplorasi minyak yakni Chrysaor sebagai bagian dari upaya mengurangi utang. Selain itu perusahaan minyak dan gas multinasional yang berkantor pusat di Belanda dan didaftarkan di Inggris itu juga berniat menjualnya asetnya sebesar USD30 miliar pada 2018, mendatang.

(Baca Juga: Minyak Dunia Tak Kunjung Pulih, Shell Jual Aset di Laut Utara)

Seperti dilansir BBC, Selasa (31/1/2017) penjualan aset tersebut merupakan upaya Shell untuk melunasi utang, setelah melanjutkan proses pembelian perusahaan minyak asal Inggris, BG Group, senilai 47 miliar poundsterling. Kesepakatan penjualan antara Shell dan Chrysaor mewakili sekitar separuh aset perusahaan di Laut Utara. Pada penyelesaian kesepakatan, sekitar 400 staf bakal ditransfer ke Chrysaor.

"Transaksi ini menunjukkan momentum yang menjadi alasan Shell yakni divestasi program," ucap pihak perusahaan. Shell juga memperlihatkan ketertarikan kepada Buzzard, Beryl, Bressay, Elgin-Franklin, J-Block, the Greater Armada cluster, Everest, Lomond dan Erskine plus 10% saham Schiehallion bakal dijual sebagai bagian dari kesepakatan.

Perusahaan mengatakan penjualan aset ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap Shell serta termasuk BG. Pejabat Keuangan Shell Simon Henry mengatakan kesepakatan ini didasarkan kepada perusahaan yang ingin menyederhanakan portofolio setelah memutuskan untuk mengakuisisi BG.

Sebagai informasi pada April tahun 2015, Shell sepakat untuk membeli perusahaan eksplorasi minyak dan gas yang dihargai sebesar 47 miliar pounds. Usai kesepakatan, Shell melakukan pengurangan ribuan pekerja dan mengumumkan lebih dari 10.000 pekerjaan yang dirampingkan secara global. Sebelumnya Shell juga sempat mengatakan bakal menjual sahamnya di lapangan gas Bongkot di Thailand kepada perusahaan eksplorasi perminyakan asing Kuwait senilai USD900 juta.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mahasiswa Indonesia...
Mahasiswa Indonesia Bersiap Mengukir Prestasi di Shell Eco-marathon Qatar 2025
Shell Bangun Pabrik...
Shell Bangun Pabrik Gemuk Terbesar Ketiga di Dunia di Bekasi
3 Cara Mencari SPBU...
3 Cara Mencari SPBU Shell Terdekat, Mudah dan Praktis
Shell Tegaskan Zat Aditif...
Shell Tegaskan Zat Aditif Bukan untuk Sulap Oktan BBM
1.800 Mekanik Ikuti...
1.800 Mekanik Ikuti Program Shell Master Mechanic 2025
Stok BBM SPBU Shell...
Stok BBM SPBU Shell Masih Kosong
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
11 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved