BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi dan Maluku Bidik 1,5 Juta Peserta
Rabu, 01 Februari 2017 - 11:08 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi dan Maluku Bidik 1,5 Juta Peserta
A
A
A
MANADO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi dan Maluku akan terus memperluas jumlah kepesertaan tahun ini.
Setelah mampu menjaring sebanyak 577.958 tenaga kerja baik dari sektor penerima upah maupun bukan penerima upah (BPU) sepanjang 2016, BPJS TK Sulawesi dan Maluku yang membawahi delapan provinsi ini membidik sebanyak 1,5 juta peserta tahun ini.
"Kami menargetkan jumlah kepesertaan BPJS TK di wilayah Sulawesi dan Maluku ini sebanyak 1,5 juta peserta 2017. Target ini di luar kepesertaan jasa konstruksi. Jumlah target ini akan disebar di delapan kantor cabang dan 38 kantor cabang perintis di Sulawesi dan Maluku," kata Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis di Manado, kemarin.
Dengan peningkatan target kepesertaan ini, BPJS TK akan fokus melakukan sosialisasi masif ke masyarakat, sehingga semakin banyak perusahaan, industri, pemberi kerja serta masyarakat bukan penerima upah yang menyadari pentingnya perlindungan sosial bagi setiap tenaga kerja.
Di samping itu, BPJS TK juga turut bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sosial, seperti jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan pensiun.
Saat ini, kerja sama BPJS TK dengan sejumlah Pemda yang sudah berjalan berupa regulasi yang mewajibkan setiap perusahaan yang mengurus izin di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) harus menyertakan kesiapan perusahaan mengikutsertakan karyawannya sebagai peserta BPJS TK.
Menurutnya, jika tidak memenuhi syarat tersebut, izin terhadap perusahaan tersebut belum akan diterbitkan. Di samping itu, BPJS TK pun menggandeng agen Perisai yang merupakan mitra kerja eksternal BPJS TK untuk melakukan ekspansi.
"Agen perisai yang kami rekrut ini akan diberi pemahaman dan kompetensi terkait perlindungan sosial, kemudian disertifikasi. Sasaran utamanya meningkatkan kepesertaan BPJS TK, tetapi di samping itu juga membuka lapangan kerja bagi kader tersebut. Sebab, ada fee bagi para kader ini sesuai kinerjanya," tutur Lubis.
Kepala Kantor BPJS TK Wilayah Sulawesi dan Maluku Umardin Lubis mengatakan, sepanjang 2016 BPJS TK Wilayah Sulawesi dan Maluku mampu menghimpun iuran peserta senilai Rp956 miliar, dari target awal sebesar Rp814 miliar. Pada 2017, iuran peserta ditargetkan tumbuh 15% dengan nilai Rp1,1 triliun.
Hadir dalam Rakorda tersebut, Kepala Pemasaran BPJS TK Wilayah Sulawesi dan Maluku Asri Basir, Kepala BPJS TK Manado Januar Hermawan dan sejumlah kepala cabang dari 8 provinsi serta 38 perwakilan BPJS TK Cabang Perintis.
Setelah mampu menjaring sebanyak 577.958 tenaga kerja baik dari sektor penerima upah maupun bukan penerima upah (BPU) sepanjang 2016, BPJS TK Sulawesi dan Maluku yang membawahi delapan provinsi ini membidik sebanyak 1,5 juta peserta tahun ini.
"Kami menargetkan jumlah kepesertaan BPJS TK di wilayah Sulawesi dan Maluku ini sebanyak 1,5 juta peserta 2017. Target ini di luar kepesertaan jasa konstruksi. Jumlah target ini akan disebar di delapan kantor cabang dan 38 kantor cabang perintis di Sulawesi dan Maluku," kata Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis di Manado, kemarin.
Dengan peningkatan target kepesertaan ini, BPJS TK akan fokus melakukan sosialisasi masif ke masyarakat, sehingga semakin banyak perusahaan, industri, pemberi kerja serta masyarakat bukan penerima upah yang menyadari pentingnya perlindungan sosial bagi setiap tenaga kerja.
Di samping itu, BPJS TK juga turut bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan sosial, seperti jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan pensiun.
Saat ini, kerja sama BPJS TK dengan sejumlah Pemda yang sudah berjalan berupa regulasi yang mewajibkan setiap perusahaan yang mengurus izin di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) harus menyertakan kesiapan perusahaan mengikutsertakan karyawannya sebagai peserta BPJS TK.
Menurutnya, jika tidak memenuhi syarat tersebut, izin terhadap perusahaan tersebut belum akan diterbitkan. Di samping itu, BPJS TK pun menggandeng agen Perisai yang merupakan mitra kerja eksternal BPJS TK untuk melakukan ekspansi.
"Agen perisai yang kami rekrut ini akan diberi pemahaman dan kompetensi terkait perlindungan sosial, kemudian disertifikasi. Sasaran utamanya meningkatkan kepesertaan BPJS TK, tetapi di samping itu juga membuka lapangan kerja bagi kader tersebut. Sebab, ada fee bagi para kader ini sesuai kinerjanya," tutur Lubis.
Kepala Kantor BPJS TK Wilayah Sulawesi dan Maluku Umardin Lubis mengatakan, sepanjang 2016 BPJS TK Wilayah Sulawesi dan Maluku mampu menghimpun iuran peserta senilai Rp956 miliar, dari target awal sebesar Rp814 miliar. Pada 2017, iuran peserta ditargetkan tumbuh 15% dengan nilai Rp1,1 triliun.
Hadir dalam Rakorda tersebut, Kepala Pemasaran BPJS TK Wilayah Sulawesi dan Maluku Asri Basir, Kepala BPJS TK Manado Januar Hermawan dan sejumlah kepala cabang dari 8 provinsi serta 38 perwakilan BPJS TK Cabang Perintis.
(izz)
Lihat Juga :