Pencegahan Kebakaran Hutan Jadi Tugas Utama

Kamis, 02 Februari 2017 - 21:38 WIB
Pencegahan Kebakaran...
Pencegahan Kebakaran Hutan Jadi Tugas Utama
A A A
JAKARTA - Komoditas kelapa sawit memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Namun, di sisi lain persepsi dunia lebih mengarah pada dimensi negatif, yakni fenomena kebakaran hutan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dari hasil penelitian Bank Dunia menunjukkan bahwa sumber kebakaran hutan berasal dari perkebunan sawit. Dia memaparkan, estimasi kerugian dari kebakaran hutan dan kabut asap setara dengan 1,9% GDP Indonesia pada tahun 2015.

Belum lagi, lebih dari 500.000 masyarakat terserang gangguan pernapasan serta 19 jiwa meninggal dengan perkiraan biaya kesehatannya mencapai Rp2,1 triliun. Musibah tersebut juga menyebabkan ekspor produk sawit terhenti dan diperkirakan kerugian saat itu mencapai Rp54 triliun.

"Situasi ini bukan masalah kalkulasi ekonomi dan finansial. Kita berharap karena dampak kelapa sawit ini besar bagi dunia dan Indonesia, penanaman perkebunan harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin dengan melakukan standarisasi perkebunan sawit," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/2).

Dia berharap dalam forum ini, aspek-aspek seperti perbaikan tata kelola, baik dari hulu sampai hilir bisa dilakukan. "Tujuannya supaya seluruh dimensi apakah manusia, petani, pekerja, lingkungan hidup bisa terus berjalan," tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia harus mengubah pendekatan persoalan kebakaran hutan dari memadamkan kebakaran hutan menjadi mencegah kebakaran hutan. "Mencegah kebakaran hutan lebih murah biayanya dari memadamkan kebakaran. Pencegahan ada standarnya sehingga dengan mudah tahu apa yang harus dilakukan," jelasnya.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Bayu Krisnamurthi mengatakan, pelaku usaha sawit menyadari bahwa melakukan pembakaran akan merugikan dirinya sendiri. "Ke depan, kuncinya adalah pencegahan. Kami berusaha mencegah dan menerapkan teknologi yang menjamin tidak adanya kebakaran terutama mengelola air di kebun-kebun termasuk lahan gambut," ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan 2022: Produksi...
Ramalan 2022: Produksi Minyak Sawit Indonesia dan Malaysia Bakal Meningkat
Indonesia Jadi Faktor...
Indonesia Jadi Faktor Penentu Pembentukan Harga CPO Dunia
Dongkrak Harga TBS,...
Dongkrak Harga TBS, DMO dan DPO Sawit Perlu Segera Dicabut
Gapki Catat Produksi...
Gapki Catat Produksi CPO Naik 9,2% Jadi 4,5 Juta Ton di Oktober 2023
GAPKI Dorong Industri...
GAPKI Dorong Industri Sawit Jadi Andalan Hadapi Potensi Krisis 2023
Ambles 17,49% Sepekan,...
Ambles 17,49% Sepekan, Harga CPO Naik Tipis Hari Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved